Home / POLRI / 300 Porsi Soto, SREGEP hingga Ojol Disabilitas: Polsek Gubeng Jadikan Pelayanan sebagai Jembatan Kedekatan dengan Warga

300 Porsi Soto, SREGEP hingga Ojol Disabilitas: Polsek Gubeng Jadikan Pelayanan sebagai Jembatan Kedekatan dengan Warga

SURABAYA —HIGHLIGHT NEWS ID Kedekatan polisi dengan masyarakat dibangun Polsek Gubeng bukan hanya melalui pengamanan dan penegakan hukum, tetapi juga lewat kepedulian sosial serta inovasi pelayanan publik. Semangat tersebut diwujudkan melalui program JUPE (Jumat Peduli) yang menghadirkan ratusan sarapan gratis sekaligus membuka ruang komunikasi langsung dengan warga.

Sebanyak 300 porsi nasi soto daging dibagikan kepada masyarakat, pengemudi ojek online (ojol), dan pengguna jalan yang melintas di sekitar Mapolsek Gubeng, Jumat (25/9/2026).

Kegiatan tersebut digagas Kapolsek Gubeng AKP Sugarda Aditya Buwana Trenggoro, S.T.K., M.H., dan mendapat perhatian langsung dari Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol Dr. Luthfie Sulistiawan, S.I.K., M.H., M.Si.

Kapolrestabes Surabaya hadir bersama Ibu Inge Luthfie, selaku Ketua Bhayangkari Cabang Kota Besar Surabaya, serta jajaran Pejabat Utama (PJU) Polrestabes Surabaya.

Kehadiran jajaran pimpinan tersebut menjadi bentuk dukungan terhadap kegiatan sosial dan inovasi pelayanan Polsek Gubeng yang diarahkan untuk menjangkau masyarakat secara lebih langsung.

JUPE Mengubah Sarapan Menjadi Ruang Komunikasi

Dalam pelaksanaannya, Polsek Gubeng menggandeng Kecamatan Gubeng dan Hotel MaxOne Dharmahusada. Kolaborasi tersebut diwujudkan melalui penyediaan 300 porsi nasi soto daging untuk dibagikan secara gratis.

Masyarakat sekitar Mapolsek Gubeng, pengemudi ojol, hingga pengguna jalan menjadi sasaran kegiatan.

Suasana keakraban terlihat ketika anggota kepolisian bersama pihak hotel dan masyarakat berinteraksi dalam proses pembagian makanan.

Namun, JUPE tidak berhenti pada kegiatan berbagi sarapan. Program tersebut menjadi ruang perjumpaan dan komunikasi langsung antara polisi dengan warga.

Melalui suasana yang lebih informal, masyarakat memiliki kesempatan berinteraksi secara langsung dengan personel kepolisian. Sebaliknya, polisi dapat membangun hubungan yang lebih dekat dengan warga yang sehari-hari berada di wilayah hukum Polsek Gubeng.

Ojol Disabilitas Tak Luput dari Perhatian

Kegiatan JUPE juga memberikan perhatian kepada komunitas ojol disabilitas yang hadir dalam kegiatan tersebut.

Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol Dr. Luthfie Sulistiawan bersama Ibu Inge Luthfie menyerahkan paket sembako secara langsung.

Pemberian tersebut menjadi bagian dari kepedulian kepada kelompok masyarakat yang tetap beraktivitas dan turut berkontribusi dalam kehidupan sosial Kota Surabaya.

Dalam kesempatan itu, Kapolrestabes Surabaya memberikan apresiasi terhadap kreativitas dan inovasi Polsek Gubeng dalam menghadirkan kegiatan yang bersentuhan langsung dengan kebutuhan masyarakat.

JUPE menjadi salah satu bentuk kegiatan yang mengedepankan kepedulian sosial sekaligus membangun komunikasi antara kepolisian dan warga.

Pelayanan Publik Masuk Era WhatsApp

Langkah Polsek Gubeng mendekatkan pelayanan kepada masyarakat juga dilakukan melalui pemanfaatan teknologi.

Jajaran Polsek Gubeng mengembangkan SREGEP (SPKT Respon Gerak Cepat) sebagai inovasi pelayanan publik.

Melalui SREGEP, masyarakat dapat mengurus surat kehilangan secara online melalui WhatsApp. Setelah proses pelayanan selesai, dokumen tersebut dapat diantarkan langsung ke rumah pelapor tanpa dipungut biaya.

Inovasi tersebut ditujukan untuk memberikan kemudahan dan mempercepat pelayanan, sekaligus mengurangi kebutuhan masyarakat datang langsung ke kantor apabila proses administrasi dapat diselesaikan melalui mekanisme yang tersedia.

Dengan demikian, pelayanan Polsek Gubeng tidak hanya mengandalkan kehadiran fisik petugas, tetapi juga memanfaatkan teknologi untuk memperluas akses masyarakat terhadap pelayanan kepolisian.

Dari Kepedulian Sosial Menuju Pelayanan yang Lebih Dekat

Kehadiran Kapolrestabes Surabaya bersama Ketua Bhayangkari Cabang Kota Besar Surabaya dan jajaran PJU turut memberikan dorongan kepada personel Polsek Gubeng untuk terus mengembangkan pelayanan yang humanis dan inovatif.

Bagi masyarakat yang hadir, pembagian sarapan gratis memberikan manfaat secara langsung. Namun, di balik kegiatan tersebut terdapat nilai lain berupa terbukanya ruang komunikasi antara polisi dan masyarakat.

Program JUPE sekaligus memperlihatkan bahwa pelayanan kepada masyarakat dapat dilakukan melalui kolaborasi berbagai unsur.

Kepolisian, pemerintah kecamatan, dunia usaha, komunitas, dan masyarakat dapat mengambil peran dalam menghadirkan kegiatan sosial yang memberikan manfaat secara langsung.

Kolaborasi tersebut juga memperlihatkan bahwa membangun kedekatan antara polisi dan masyarakat tidak selalu membutuhkan kegiatan besar. Kepedulian yang hadir secara langsung dan konsisten dapat menjadi pintu masuk bagi komunikasi yang lebih terbuka.

Ke depan, program JUPE diharapkan dapat terus berkembang dengan jangkauan manfaat yang semakin luas.

Kapolsek Gubeng AKP Sugarda Aditya Buwana Trenggoro, S.T.K., M.H., bersama jajarannya membawa semangat “Senantiasa Menjadi Lebih Baik.”

Semangat tersebut menjadi bagian dari komitmen Polsek Gubeng dalam menjalankan tugas kepolisian sekaligus menghadirkan pelayanan yang semakin dekat dengan masyarakat.

Dari 300 porsi soto, perhatian kepada ojol disabilitas, hingga layanan surat kehilangan melalui WhatsApp, Polsek Gubeng membangun satu pesan utama: pelayanan kepolisian harus hadir sedekat mungkin dengan kebutuhan masyarakat.

Semangat tersebut kemudian dirangkai dalam upaya Jogo Suroboyo menjaga keamanan sekaligus membangun hubungan yang semakin erat antara polisi dan warga Kota Surabaya (Dd).

Tagged:

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Social media & sharing icons powered by UltimatelySocial
error

Enjoy this blog? Please spread the word :)