GRESIK —HIGHLIGHT NEWS ID Pembinaan warga binaan di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Gresik terus diarahkan agar tidak berhenti pada rutinitas selama menjalani masa pembinaan. Pengetahuan, keterampilan, kreativitas, hingga kemandirian terus didorong menjadi bagian dari bekal sebelum warga binaan kembali ke tengah masyarakat.
Upaya tersebut salah satunya diwujudkan melalui gerakan “Menghidupkan dan Menggerakkan Literasi di Rutan Gresik” yang mendapat dukungan dari Ibu Amell melalui kunjungannya ke Rutan Gresik, Selasa (6/10/2026).
Kedatangan Ibu Amell disambut langsung Kepala Rutan Gresik, Dhimas Isdwiyono. Dalam kesempatan itu, literasi ditempatkan bukan sekadar sebagai aktivitas membaca, melainkan sebagai sarana untuk membuka wawasan, memperluas pengetahuan, sekaligus menumbuhkan motivasi warga binaan agar tetap memiliki semangat belajar dan mengembangkan potensi diri.
“Saya berharap buku-buku yang kami hadirkan dapat memberikan manfaat bagi warga binaan. Semoga dari buku-buku ini tumbuh semangat untuk membaca, belajar, dan membuka wawasan baru sebagai bekal untuk melangkah ke kehidupan yang lebih baik,” tutur Ibu Amell.
Dukungan tersebut diwujudkan dengan menyumbangkan sejumlah buku untuk menambah koleksi bahan bacaan di Rutan Gresik. Kehadiran tambahan bahan bacaan itu diharapkan dapat membuka lebih banyak ruang belajar bagi warga binaan sekaligus menjadi alternatif kegiatan yang positif, edukatif, dan bermanfaat selama menjalani proses pembinaan.
Namun, kunjungan tersebut tidak hanya berhenti pada penyerahan buku.
Ibu Amell juga meninjau secara langsung sarana dan prasarana serta sejumlah tempat pembinaan yang tersedia di Rutan Gresik. Salah satu lokasi yang menjadi perhatian adalah Bimbingan Kerja (Bimker), yang menjadi wadah bagi warga binaan untuk memperoleh keterampilan sekaligus mengembangkan kreativitas.
Di tempat tersebut, Ibu Amell melihat langsung aktivitas warga binaan yang sedang mengerjakan kerajinan songkok.
Aktivitas itu menjadi gambaran bahwa proses pembinaan juga diarahkan untuk membangun kemandirian. Warga binaan tidak hanya mendapatkan kesempatan untuk mempelajari keterampilan, tetapi juga didorong menghasilkan karya dan menjalani kegiatan produktif.
Dari ruang baca hingga ruang kerja, dua pendekatan pembinaan tersebut berjalan beriringan. Literasi memberikan kesempatan memperkaya pengetahuan dan wawasan, sementara keterampilan memberikan ruang untuk mengasah kemampuan melalui praktik dan menghasilkan karya.
Ibu Amell berharap gerakan literasi di Rutan Gresik tidak berhenti sebatas penambahan koleksi buku. Lebih jauh, keberadaan buku diharapkan mampu melahirkan kebiasaan membaca, berdiskusi, menulis, hingga berkarya.
Dengan demikian, literasi tidak hanya menjadi aktivitas pengisi waktu, tetapi berkembang menjadi bagian dari proses pembinaan yang dapat mendorong warga binaan untuk terus belajar dan melihat masa depan secara lebih konstruktif.
Kepala Rutan Gresik Dhimas Isdwiyono menyampaikan apresiasi atas perhatian dan dukungan Ibu Amell terhadap pengembangan literasi di lingkungan Rutan Gresik.
“Kami sangat mengapresiasi kepedulian Ibu Amell dalam menggerakkan literasi di Rutan Gresik. Kami berharap buku-buku yang diberikan dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya dan menjadi bagian dari proses pembinaan, sehingga warga binaan tidak hanya mendapatkan keterampilan, tetapi juga terus memperkaya pengetahuan dan wawasan,” ungkap Dhimas.
Menurut Rutan Gresik, dukungan berbagai pihak menjadi bagian penting dalam memperkuat pelaksanaan pembinaan. Pengetahuan dan keterampilan dipandang sebagai dua unsur yang dapat saling melengkapi dalam mempersiapkan warga binaan menghadapi kehidupan setelah kembali ke masyarakat.
Melalui literasi, warga binaan memiliki ruang untuk memperluas wawasan. Melalui Bimker, mereka memperoleh kesempatan mengasah keterampilan dan produktivitas. Keduanya menjadi bagian dari upaya membangun kepercayaan diri sekaligus menggali potensi yang dapat dikembangkan.
Pada akhirnya, pembinaan bukan semata tentang menjalani masa tahanan, tetapi juga tentang menyiapkan bekal untuk fase kehidupan berikutnya.
Rutan Gresik pun terus mendorong agar budaya belajar, membaca, berkarya, dan mengembangkan keterampilan dapat tumbuh secara berkelanjutan. Dengan dukungan dari berbagai pihak, gerakan literasi dan pembinaan kemandirian diharapkan semakin memberikan manfaat nyata bagi warga binaan.
Sebab, sebuah buku dapat membuka wawasan, sebuah keterampilan dapat membuka peluang, dan keduanya dapat menjadi bagian dari bekal untuk menata kembali masa depan (Dd).






