SIDOARJO –HIGHLIGHT NEWS ID Komitmen mempercepat transformasi sistem pemasyarakatan yang profesional, modern, dan berorientasi pada pelayanan publik terus diperkuat oleh Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) Jawa Timur. Sebagai bagian dari penguatan fungsi pembinaan, pengawasan, dan pengendalian internal, Kepala Kantor Wilayah Ditjenpas Jawa Timur, Kusnali, didampingi jajaran pejabat struktural, melaksanakan monitoring dan pengawasan di Balai Pemasyarakatan (Bapas) Kelas I Surabaya pada Senin (13/7/2026).
Kunjungan tersebut menjadi langkah strategis untuk memastikan seluruh pelaksanaan tugas dan fungsi Balai Pemasyarakatan berjalan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan, standar operasional prosedur, serta prinsip tata kelola pemerintahan yang baik. Pengawasan juga diarahkan untuk memperkuat implementasi reformasi birokrasi sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat secara berkelanjutan.
Dalam kesempatan itu, Kusnali melakukan peninjauan menyeluruh terhadap berbagai aspek penyelenggaraan layanan di Bapas Kelas I Surabaya. Evaluasi meliputi pelaksanaan penelitian kemasyarakatan (Litmas), pembimbingan, pendampingan, pengawasan terhadap klien pemasyarakatan, program pembinaan, sistem administrasi, tata kelola kelembagaan, hingga efektivitas pelayanan publik yang menjadi wajah utama institusi pemasyarakatan di tengah masyarakat.
Menurut Kusnali, Balai Pemasyarakatan memiliki posisi yang sangat strategis dalam mendukung keberhasilan proses reintegrasi sosial bagi klien pemasyarakatan. Karena itu, seluruh layanan harus diselenggarakan secara profesional, objektif, akuntabel, transparan, serta menjunjung tinggi nilai-nilai integritas dan kepastian hukum.
Ia menegaskan bahwa monitoring dan pengawasan bukan sekadar menjalankan fungsi kontrol, tetapi juga menjadi sarana evaluasi, pembinaan, serta penguatan kapasitas organisasi agar mampu menjawab tantangan pelayanan publik yang terus berkembang.
Kegiatan tersebut sekaligus dimanfaatkan untuk mengidentifikasi berbagai kendala yang dihadapi di lapangan serta merumuskan langkah-langkah strategis yang dapat meningkatkan efektivitas pelaksanaan tugas, kualitas pelayanan, dan kinerja organisasi secara menyeluruh.
Kepala Bapas Kelas I Surabaya menyampaikan apresiasi atas perhatian dan pembinaan yang diberikan oleh Kakanwil Ditjenpas Jawa Timur. Menurutnya, kegiatan monitoring menjadi motivasi sekaligus bahan evaluasi penting bagi seluruh jajaran dalam memperkuat budaya kerja yang profesional serta meningkatkan kualitas pembimbingan kemasyarakatan.
“Monitoring ini menjadi evaluasi yang sangat berharga bagi kami. Seluruh jajaran akan terus berupaya meningkatkan kualitas pelayanan dan pembimbingan kemasyarakatan sesuai arahan pimpinan,” ujarnya.
Selain melakukan evaluasi terhadap aspek teknis dan administrasi, Kusnali juga berdialog langsung dengan pegawai serta masyarakat pengguna layanan. Melalui dialog tersebut, berbagai masukan, aspirasi, dan kendala yang muncul dalam pelaksanaan pelayanan dihimpun sebagai bahan penyempurnaan kebijakan dan peningkatan kualitas layanan di masa mendatang.
Pendekatan komunikasi yang terbuka ini diharapkan mampu memperkuat sinergi antara penyelenggara layanan dan masyarakat, sekaligus memastikan setiap permasalahan dapat segera ditindaklanjuti secara cepat, tepat, dan solutif.
Dalam arahannya kepada seluruh jajaran Bapas, Kusnali kembali menekankan pentingnya membangun budaya kerja yang dilandasi integritas, disiplin, loyalitas, tanggung jawab, serta profesionalisme sebagai fondasi utama dalam mewujudkan pelayanan publik yang berkualitas.
“Saya mengingatkan seluruh jajaran Bapas untuk selalu menjaga integritas, disiplin, dan profesionalisme dalam menjalankan tugas. Berikan pelayanan terbaik kepada masyarakat serta laksanakan setiap tanggung jawab dengan penuh komitmen demi mewujudkan pemasyarakatan yang semakin berkualitas,” tegas Kusnali.
Ia menambahkan bahwa keberhasilan reformasi pemasyarakatan tidak hanya diukur melalui kelengkapan administrasi atau capaian kinerja organisasi, tetapi juga dari tingkat kepuasan masyarakat terhadap pelayanan yang diberikan. Oleh sebab itu, inovasi pelayanan, peningkatan kompetensi sumber daya manusia, pemanfaatan teknologi, serta budaya kerja yang bersih harus terus diperkuat agar mampu menjawab tuntutan pelayanan publik yang semakin dinamis.
Monitoring dan pengawasan yang dilakukan Kanwil Ditjenpas Jawa Timur merupakan bagian dari komitmen berkelanjutan dalam membangun organisasi yang adaptif, transparan, dan akuntabel. Langkah tersebut juga menjadi implementasi nyata penguatan sistem pengendalian internal pemerintah guna memastikan seluruh proses pelayanan berjalan sesuai prinsip good governance, reformasi birokrasi, serta nilai-nilai dasar Aparatur Sipil Negara yang berorientasi pada pelayanan.
Melalui pengawasan yang konsisten, evaluasi yang objektif, serta pembinaan yang berkesinambungan, Kanwil Ditjenpas Jawa Timur optimistis Bapas Kelas I Surabaya akan terus berkembang menjadi institusi pemasyarakatan yang modern, inovatif, terpercaya, dan humanis, sekaligus mampu memberikan kontribusi nyata dalam mendukung keberhasilan proses reintegrasi sosial serta mewujudkan sistem pemasyarakatan Indonesia yang semakin profesional, berintegritas, dan berkualitas (Dd).






