SIDOARJO, –HIGHLIGHT NEWS ID Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Gresik di bawah Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) Jawa Timur terus memperkuat transformasi kelembagaan melalui peningkatan kualitas kinerja, tata kelola organisasi yang akuntabel, serta pelayanan publik yang semakin profesional, transparan, dan berintegritas. Komitmen tersebut kembali ditegaskan melalui partisipasi aktif Kepala Rutan Kelas IIB Gresik, Eko Widiatmoko, dalam kegiatan Analisis dan Evaluasi (Anev) Capaian Kinerja Pemasyarakatan Semester I Tahun 2026 yang diselenggarakan Kantor Wilayah Ditjenpas Jawa Timur di Sidoarjo, Senin (3/8/2026).
Kegiatan ini menjadi forum strategis bagi seluruh Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pemasyarakatan se-Jawa Timur untuk mengevaluasi pelaksanaan program kerja selama enam bulan pertama tahun 2026, sekaligus merumuskan langkah-langkah strategis dalam mempercepat reformasi birokrasi, memperkuat tata kelola organisasi, meningkatkan kualitas pelayanan publik, serta mengoptimalkan pelaksanaan tugas dan fungsi pemasyarakatan.
Analisis dan evaluasi dipimpin langsung oleh Kepala Kantor Wilayah Ditjenpas Jawa Timur, Kusnali, dan dihadiri Plt. Kepala Perwakilan Ombudsman RI Provinsi Jawa Timur, Triyoga Muhtar, para Pejabat Administrator Kanwil Ditjenpas Jawa Timur, serta seluruh Kepala Lapas, Rutan, dan Balai Pemasyarakatan (Bapas) se-Jawa Timur.
Kehadiran Ombudsman RI dalam forum tersebut mempertegas pentingnya sinergi antarlembaga dalam mewujudkan pelayanan publik yang berkualitas, transparan, akuntabel, responsif, dan bebas dari praktik maladministrasi. Kolaborasi ini menjadi bagian dari upaya memperkuat pengawasan sekaligus mendorong budaya pelayanan yang berorientasi pada kepuasan masyarakat.
Rangkaian kegiatan diawali dengan pemaparan capaian kinerja dari masing-masing perwakilan Lapas, Rutan, dan Bapas. Setiap satuan kerja mempresentasikan berbagai inovasi, program unggulan, serta capaian strategis yang telah diwujudkan sepanjang Semester I Tahun 2026 sebagai implementasi nyata pemasyarakatan yang profesional, adaptif, humanis, dan berorientasi pada hasil.
Selanjutnya, Kepala Kanwil Ditjenpas Jawa Timur memaparkan hasil Analisis dan Evaluasi Capaian Kinerja seluruh UPT Pemasyarakatan di Jawa Timur. Evaluasi dilakukan secara menyeluruh terhadap berbagai aspek penting, mulai dari penguatan keamanan dan ketertiban, efektivitas program pembinaan warga binaan, peningkatan kualitas pelayanan publik, optimalisasi pengelolaan anggaran, peningkatan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP), hingga penguatan tata kelola organisasi sebagai fondasi utama reformasi birokrasi yang berkelanjutan.
Hasil evaluasi tersebut menjadi dasar dalam menyusun kebijakan dan strategi perbaikan agar seluruh UPT mampu meningkatkan efektivitas kinerja, memperluas inovasi pelayanan, serta menghadirkan manfaat yang semakin nyata bagi masyarakat maupun warga binaan.
Dalam arahannya, Kepala Kanwil Ditjenpas Jawa Timur, Kusnali, menegaskan bahwa analisis dan evaluasi merupakan instrumen penting untuk memastikan seluruh program dan kebijakan berjalan secara efektif, tepat sasaran, dan memberikan dampak positif bagi masyarakat.
«”Evaluasi bukan hanya berbicara tentang angka atau capaian kinerja, tetapi tentang bagaimana setiap program mampu memberikan manfaat nyata. Masyarakat berhak mendapatkan pelayanan yang profesional, cepat, transparan, dan berintegritas. Karena itu, setiap hasil evaluasi harus ditindaklanjuti dengan inovasi, perbaikan, dan komitmen bersama agar kualitas pelayanan pemasyarakatan terus meningkat,” tegas Kusnali.»
Ia juga menekankan bahwa seluruh jajaran pemasyarakatan harus menjadikan evaluasi sebagai budaya organisasi yang mendorong pembelajaran berkelanjutan, peningkatan kualitas layanan, serta penguatan integritas dalam setiap pelaksanaan tugas.
Sementara itu, Kepala Rutan Kelas IIB Gresik, Eko Widiatmoko, menyampaikan bahwa forum Analisis dan Evaluasi Semester I Tahun 2026 merupakan momentum penting untuk melakukan refleksi terhadap pelaksanaan program, sekaligus memastikan seluruh kebijakan yang dijalankan benar-benar memberikan hasil yang optimal.
Menurutnya, setiap rekomendasi yang dihasilkan dari kegiatan tersebut akan menjadi acuan dalam memperkuat tata kelola organisasi, meningkatkan kualitas pembinaan warga binaan, menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban, serta mendorong lahirnya inovasi pelayanan yang semakin responsif terhadap kebutuhan masyarakat.
«”Analisis dan evaluasi ini menjadi sarana bagi kami untuk mengukur sejauh mana program yang telah dilaksanakan memberikan hasil yang optimal. Seluruh masukan dan hasil evaluasi akan kami tindak lanjuti sebagai bahan perbaikan agar Rutan Gresik terus meningkatkan kualitas pelayanan, memperkuat tata kelola yang akuntabel, menjaga keamanan dan ketertiban, serta menghadirkan inovasi yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat maupun warga binaan,” ujar Eko Widiatmoko.»
Melalui keikutsertaan dalam kegiatan ini, Rutan Kelas IIB Gresik kembali menegaskan komitmennya untuk terus melakukan pembenahan secara berkesinambungan melalui peningkatan kompetensi sumber daya manusia, penguatan sistem manajemen organisasi, pengembangan inovasi pelayanan, serta penerapan budaya kerja yang profesional, adaptif, dan berintegritas.
Semangat evaluasi yang dibangun dalam forum tersebut diharapkan menjadi fondasi kuat bagi seluruh jajaran pemasyarakatan di Jawa Timur dalam menghadirkan pelayanan publik yang semakin berkualitas, memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap institusi pemasyarakatan, serta mendukung percepatan reformasi birokrasi yang modern, efektif, dan berorientasi pada pelayanan prima.
Dengan mengedepankan kolaborasi, inovasi, akuntabilitas, dan perbaikan berkelanjutan, Rutan Kelas IIB Gresik optimistis mampu terus berkontribusi dalam mewujudkan sistem pemasyarakatan Indonesia yang semakin profesional, humanis, berintegritas, adaptif terhadap tantangan zaman, serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, warga binaan, dan pembangunan hukum nasional (Dd).






