Home / PEMERINTAHAN / “Dari Layar Piala Dunia Menuju Pembinaan Berkualitas: Karutan Surabaya dan Legenda Persebaya Hadirkan Nobar Edukatif untuk Perkuat Mental Warga Binaan”

“Dari Layar Piala Dunia Menuju Pembinaan Berkualitas: Karutan Surabaya dan Legenda Persebaya Hadirkan Nobar Edukatif untuk Perkuat Mental Warga Binaan”

Sidoarjo, 4 Juli 2026 –Highlight News Id Momentum penyelenggaraan FIFA World Cup 2026 dimanfaatkan Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas I Surabaya sebagai media pembinaan yang inovatif dan humanis bagi warga binaan. Melalui kegiatan nonton bareng (nobar) pertandingan babak 32 besar antara Kolombia dan Ghana, pihak rutan menghadirkan ruang rekreasi yang tidak hanya memberikan hiburan, tetapi juga memperkuat kesehatan mental, menumbuhkan nilai sportivitas, serta mendukung keberhasilan proses pembinaan kepribadian warga binaan.

Kegiatan yang berlangsung pada Sabtu malam (4/7/2026) di area terbuka blok hunian tersebut dihadiri langsung oleh Kepala Rutan Kelas I Surabaya, Tristiantoro Adi Wibowo, bersama legenda Persebaya Surabaya sekaligus mantan pemain Tim Nasional Indonesia era 1990-an, Yusuf Eko Dono. Kehadiran keduanya menjadi wujud nyata komitmen Rutan Kelas I Surabaya dalam menghadirkan sistem pemasyarakatan yang tidak hanya berfokus pada aspek pengamanan, tetapi juga mengedepankan pembinaan yang menghormati martabat manusia dan mendukung proses perubahan perilaku warga binaan.

Ratusan warga binaan mengikuti jalannya pertandingan melalui layar lebar dengan penuh antusias. Suasana yang tertib, penuh kebersamaan, dan sarat semangat sportivitas mencerminkan keberhasilan pendekatan pembinaan yang mengedepankan interaksi positif antara petugas dan warga binaan. Sorak sorai, tepuk tangan, dan kebersamaan yang terbangun sepanjang pertandingan menjadi gambaran bahwa kegiatan rekreasional mampu menghadirkan penyegaran psikologis sekaligus memperkuat ikatan sosial di lingkungan rutan.

Kepala Rutan Kelas I Surabaya, Tristiantoro Adi Wibowo, menegaskan bahwa pemenuhan hak rekreasional merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari penyelenggaraan sistem pemasyarakatan modern. Menurutnya, kegiatan hiburan yang dirancang secara terukur mampu membantu mengurangi tekanan psikologis akibat masa pidana, meningkatkan motivasi warga binaan dalam mengikuti program pembinaan, serta menciptakan suasana yang lebih kondusif bagi proses pembentukan karakter.

Ia menjelaskan bahwa kegiatan nonton bareng bukan sekadar menghadirkan hiburan, tetapi juga menjadi media pembelajaran sosial yang mempererat komunikasi, membangun rasa saling percaya, serta memperkuat hubungan harmonis antara petugas pemasyarakatan dan warga binaan. Pendekatan tersebut dinilai berkontribusi positif dalam menjaga keamanan, ketertiban, dan stabilitas lingkungan rutan secara berkelanjutan.

Kehadiran Yusuf Eko Dono memberikan motivasi tersendiri bagi warga binaan. Sebagai salah satu tokoh sepak bola nasional yang pernah memperkuat Persebaya Surabaya dan Tim Nasional Indonesia, ia membagikan nilai-nilai perjuangan, disiplin, kerja keras, sportivitas, serta semangat untuk bangkit dari berbagai tantangan kehidupan. Nilai-nilai tersebut dinilai selaras dengan tujuan utama sistem pemasyarakatan, yaitu membentuk pribadi yang lebih baik dan siap kembali menjalankan fungsi sosial secara bertanggung jawab di tengah masyarakat.

Momentum Piala Dunia juga dimanfaatkan sebagai media edukasi karakter. Semangat kerja sama tim, kepemimpinan, kedisiplinan, tanggung jawab, dan pantang menyerah yang diperlihatkan para pemain di lapangan menjadi inspirasi bagi warga binaan untuk terus memperbaiki diri selama menjalani proses pembinaan. Melalui olahraga, warga binaan diajak memahami bahwa keberhasilan hanya dapat diraih melalui komitmen, kerja sama, dan konsistensi dalam menjalankan perubahan positif.

Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung di bawah pengawasan petugas dengan tetap menerapkan standar keamanan dan ketertiban yang berlaku. Pelaksanaan acara berjalan aman, tertib, dan lancar, sekaligus menunjukkan bahwa kegiatan pembinaan berbasis rekreasi dapat berjalan selaras dengan sistem pengamanan yang diterapkan di lingkungan rutan.

Program nonton bareng ini menjadi salah satu inovasi pelayanan pemasyarakatan yang mengintegrasikan aspek keamanan, pembinaan, pendidikan karakter, dan pemenuhan hak warga binaan secara seimbang. Pendekatan tersebut diharapkan mampu menjaga stabilitas psikologis, meningkatkan kualitas hubungan antara petugas dan warga binaan, serta memperkuat kesiapan mereka untuk kembali berintegrasi sebagai anggota masyarakat yang produktif setelah menyelesaikan masa pidana.

Melalui kegiatan rekreasional yang edukatif, inklusif, dan berorientasi pada pembentukan karakter, Rutan Kelas I Surabaya kembali menegaskan komitmennya dalam mewujudkan sistem pemasyarakatan yang modern, profesional, akuntabel, dan berlandaskan penghormatan terhadap hak asasi manusia. Pembinaan yang menyentuh aspek mental, sosial, emosional, dan moral diharapkan menjadi fondasi penting dalam menciptakan warga binaan yang lebih optimistis, disiplin, serta siap menjalani kehidupan baru secara positif setelah kembali ke tengah masyarakat (Dd).

Tagged:

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Social media & sharing icons powered by UltimatelySocial
error

Enjoy this blog? Please spread the word :)