SIDOARJO – HIGHLIGHT NEWS ID Upaya memperkuat reformasi birokrasi dan meningkatkan kualitas pelayanan publik di lingkungan Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kemenimipas) terus digencarkan. Komitmen tersebut kembali ditegaskan melalui kunjungan kerja Staf Khusus Bidang Komunikasi dan Media Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan, Abdullah Rasyid, bersama Tenaga Ahli Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan, Rahmad Wahyudi, ke sejumlah Unit Pelaksana Teknis (UPT) Imigrasi dan Pemasyarakatan di Jawa Timur, Senin (27/7/2026).
Kunjungan strategis tersebut didampingi langsung oleh Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) Jawa Timur, Kusnali, sebagai bentuk penguatan sinergi antara pemerintah pusat dan daerah dalam memastikan seluruh layanan keimigrasian maupun pemasyarakatan berjalan sesuai standar, transparan, akuntabel, serta mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Rangkaian kegiatan diawali dengan peninjauan pelayanan di Tempat Pemeriksaan Imigrasi (TPI) Bandara Internasional Juanda. Rombongan melakukan observasi langsung terhadap mekanisme pelayanan keimigrasian, mulai dari pemeriksaan dokumen perjalanan, alur pelayanan kepada pengguna jasa, hingga kesiapan sumber daya manusia dalam memberikan pelayanan yang cepat, tepat, ramah, dan profesional.
Monitoring tersebut menjadi bagian dari evaluasi berkelanjutan untuk memastikan transformasi pelayanan publik benar-benar diterapkan secara konsisten di setiap lini pelayanan, sehingga masyarakat memperoleh pelayanan yang berkualitas, efisien, dan berorientasi pada kepuasan publik.
Selanjutnya, rombongan melaksanakan kunjungan ke Balai Pemasyarakatan (Bapas) Kelas I Surabaya. Di lokasi ini, Kusnali mendampingi Abdullah Rasyid dan Rahmad Wahyudi meninjau secara langsung proses layanan pembimbingan kemasyarakatan yang diberikan kepada para klien pemasyarakatan.
Peninjauan tersebut dilakukan guna memastikan seluruh tahapan pelayanan berjalan sesuai prosedur, mengedepankan profesionalisme, serta menjamin terpenuhinya hak-hak masyarakat yang memperoleh layanan pemasyarakatan.
Dalam kesempatan yang sama, rombongan turut menyaksikan pelaksanaan Sidang Tim Pengamat Pemasyarakatan (TPP) yang membahas usulan program integrasi bagi warga binaan. Sidang tersebut merupakan bagian penting dari proses pembinaan yang dilaksanakan secara objektif, transparan, dan berdasarkan hasil evaluasi terhadap perilaku, perkembangan, serta pemenuhan persyaratan administratif maupun substantif sesuai ketentuan yang berlaku.
Sebagai bentuk pendekatan yang humanis, Abdullah Rasyid dan Rahmad Wahyudi juga berdialog langsung dengan sejumlah klien pemasyarakatan. Melalui dialog tersebut, berbagai pengalaman, harapan, serta masukan dari penerima layanan dihimpun sebagai bahan evaluasi guna meningkatkan mutu pelayanan pemasyarakatan di masa mendatang.
Kunjungan kerja kemudian berlanjut ke Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas I Surabaya. Di sana, rombongan melakukan peninjauan terhadap sejumlah fasilitas utama, meliputi dapur, blok hunian, fasilitas pendukung, hingga bengkel kerja warga binaan yang menjadi pusat pelaksanaan program pembinaan kemandirian.
Peninjauan dilakukan untuk memastikan kondisi sarana dan prasarana tetap memenuhi standar kelayakan, mendukung keamanan dan kenyamanan warga binaan, sekaligus menjadi sarana pembentukan keterampilan produktif yang dapat dimanfaatkan sebagai bekal ketika mereka kembali dan berintegrasi dengan masyarakat.
Staf Khusus Bidang Komunikasi dan Media Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan, Abdullah Rasyid, menegaskan bahwa keberhasilan reformasi birokrasi tidak hanya diukur dari penyempurnaan sistem administrasi, tetapi juga dari sejauh mana masyarakat merasakan manfaat nyata dari pelayanan yang diberikan.
“Pelayanan yang berkualitas harus terus ditingkatkan melalui kerja yang profesional, humanis, dan responsif. Layanan yang berkualitas harus dapat dirasakan langsung oleh masyarakat. Itulah ukuran keberhasilan kita dalam membangun kepercayaan publik terhadap Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan,” tegas Abdullah Rasyid.
Sementara itu, Kepala Kantor Wilayah Ditjenpas Jawa Timur, Kusnali, menyampaikan bahwa kunjungan kerja pimpinan Kemenimipas menjadi momentum penting untuk memperkuat budaya kerja yang berorientasi pada pelayanan publik sekaligus meningkatkan kualitas pembinaan di seluruh Unit Pelaksana Teknis.
Menurutnya, arahan yang diberikan pimpinan pusat akan menjadi pedoman bagi seluruh jajaran Kanwil Ditjenpas Jawa Timur dalam memperkuat profesionalisme aparatur, meningkatkan integritas, memperbaiki kualitas pelayanan, serta memastikan seluruh program pembinaan berjalan efektif, transparan, akuntabel, dan berkelanjutan.
“Arahan dari pimpinan pusat menjadi motivasi bagi kami untuk terus menghadirkan pelayanan yang profesional, akuntabel, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat, sekaligus memastikan seluruh program pembinaan berjalan secara optimal,” ujar Kusnali.
Melalui kunjungan kerja ini, Kanwil Ditjenpas Jawa Timur kembali menegaskan komitmennya untuk mendukung transformasi kelembagaan Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan melalui penguatan tata kelola organisasi, peningkatan kualitas pelayanan publik, optimalisasi program pembinaan warga binaan, serta pembangunan budaya kerja yang mengedepankan profesionalisme, integritas, inovasi, dan pelayanan yang humanis.
Dengan evaluasi yang dilakukan secara langsung di lapangan, Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan berharap seluruh Unit Pelaksana Teknis di Jawa Timur mampu terus meningkatkan kualitas layanan, memperkuat kepercayaan masyarakat, serta menghadirkan sistem pelayanan publik yang modern, adaptif, transparan, dan memberikan dampak positif bagi masyarakat luas (Dd).






