SIDOARJO – HIGHLIGHT NEWS ID Senin (22/6/2026)Kabupaten Sidoarjo kembali menunjukkan komitmennya dalam membangun kualitas pendidikan dasar yang berorientasi pada pembentukan karakter, peningkatan literasi, dan penguatan budaya hidup sehat. Melalui serangkaian program pendidikan terintegrasi yang berlangsung sepanjang Mei hingga Juni 2026, sekolah bersama mahasiswa Program Pengenalan Lapangan Persekolahan (PLP) menghadirkan berbagai inovasi yang tidak hanya berfokus pada peningkatan prestasi akademik, tetapi juga pada pembentukan kepribadian peserta didik yang tangguh, sehat, berakhlak, dan siap menghadapi tantangan masa depan.

Program yang dilaksanakan secara berkelanjutan tersebut mencakup sosialisasi anti kekerasan dan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), pelaksanaan Gerakan Literasi Sekolah (GLS), hingga penyusunan modul ajar dan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) yang menjadi fondasi penting dalam peningkatan mutu pembelajaran di sekolah dasar.
Langkah ini menjadi bagian dari transformasi pendidikan yang menempatkan sekolah bukan hanya sebagai tempat transfer ilmu pengetahuan, tetapi juga sebagai pusat pembentukan karakter, pengembangan keterampilan hidup, serta pembinaan budaya belajar yang positif dan berkelanjutan.
Menanamkan Budaya Sekolah Aman dan Bebas Kekerasan
Rangkaian kegiatan diawali pada Senin, 25 Mei 2026, melalui pelaksanaan sosialisasi Anti Kekerasan dan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) yang berlangsung selama 210 menit dan diikuti oleh seluruh siswa.
Dalam kegiatan tersebut, peserta memperoleh pemahaman komprehensif mengenai pentingnya menciptakan lingkungan sekolah yang aman, nyaman, inklusif, serta terbebas dari berbagai bentuk kekerasan dan perundungan. Materi yang disampaikan menitikberatkan pada nilai-nilai saling menghormati, toleransi, empati, kepedulian sosial, dan kemampuan membangun hubungan positif antarsesama warga sekolah.
Para siswa diajak memahami bahwa lingkungan belajar yang kondusif hanya dapat tercipta apabila seluruh warga sekolah memiliki kesadaran untuk saling menjaga, menghargai perbedaan, serta menolak segala bentuk tindakan yang dapat merugikan orang lain.
Selain penguatan karakter, kegiatan juga diisi dengan edukasi mengenai Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). Siswa diberikan pemahaman mengenai pentingnya menjaga kebersihan diri dan lingkungan sebagai langkah awal dalam membangun pola hidup sehat sejak usia dini.
Materi yang diberikan meliputi praktik mencuci tangan yang benar, menjaga kebersihan tubuh, membuang sampah pada tempatnya, serta menjaga kebersihan lingkungan sekolah agar tercipta suasana belajar yang sehat dan nyaman.
Kegiatan berlangsung secara interaktif melalui sesi diskusi dan tanya jawab yang melibatkan siswa secara aktif. Antusiasme peserta menunjukkan tingginya minat dan kesadaran mereka terhadap pentingnya kesehatan, kebersihan, serta terciptanya lingkungan sekolah yang bebas dari kekerasan.
Gerakan Literasi Sekolah Tumbuhkan Generasi Pembelajar
Komitmen memperkuat kualitas pendidikan kemudian dilanjutkan melalui pelaksanaan Gerakan Literasi Sekolah (GLS) pada tanggal 10, 11, dan 12 Juni 2026.
Program ini menjadi salah satu instrumen penting dalam membangun budaya membaca sekaligus meningkatkan kemampuan literasi siswa sebagai bekal menghadapi perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang semakin pesat.
Kegiatan diawali dengan sesi membaca buku yang diikuti seluruh siswa menggunakan bahan bacaan yang telah disediakan sekolah maupun buku yang dibawa dari rumah. Suasana belajar yang tenang dan kondusif memungkinkan siswa menikmati proses membaca secara lebih menyenangkan dan bermakna.
Dalam pelaksanaannya, mahasiswa PLP berperan aktif sebagai pendamping dan motivator. Pendampingan dilakukan oleh Diana Rahmawati, Ketua Mahasiswa PLP Jurusan Pendidikan Guru Sekolah Dasar, bersama Akhmad Badruttamami, mahasiswa PLP Jurusan Pendidikan Jasmani Kesehatan dan Rekreasi.
Keduanya memberikan motivasi dan arahan kepada siswa agar lebih aktif dalam membaca serta mampu memahami isi bacaan secara mendalam. Pendekatan yang dilakukan berhasil menciptakan suasana literasi yang interaktif dan menyenangkan.
Sebagai tindak lanjut kegiatan membaca, beberapa siswa diberikan kesempatan untuk menceritakan kembali isi buku yang telah mereka baca di depan teman-temannya. Kegiatan ini bertujuan melatih kemampuan berpikir kritis, meningkatkan rasa percaya diri, memperkuat keterampilan komunikasi, serta mengembangkan kemampuan menyampaikan informasi secara runtut dan sistematis.
Antusiasme siswa selama pelaksanaan GLS menjadi indikator positif tumbuhnya budaya literasi di lingkungan sekolah. Kegiatan ini sekaligus memperkuat kebiasaan membaca sebagai bagian dari proses pembelajaran yang berkelanjutan.
Penyusunan Perangkat Ajar Berkualitas untuk Pembelajaran Masa Depan
Selain berfokus pada pengembangan peserta didik, peningkatan mutu pendidikan juga dilakukan melalui penyusunan perangkat pembelajaran yang berlangsung Selama kurang lebih tiga minggu, mahasiswa PLP melaksanakan penyusunan modul ajar dan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) untuk kelas 2, kelas 3, dan kelas 6 sekolah dasar yang mencakup seluruh mata pelajaran.
Penyusunan dilakukan secara sistematis melalui berbagai tahapan penting, mulai dari analisis capaian pembelajaran, penentuan tujuan pembelajaran, penyusunan alur kegiatan belajar, pemilihan metode dan media pembelajaran, hingga penyusunan instrumen penilaian yang sesuai dengan kebutuhan peserta didik.
Dalam pelaksanaannya, mahasiswa PLP menerapkan sistem kerja kolaboratif dengan pembagian tugas berdasarkan mata pelajaran dan jenjang kelas. Strategi ini memungkinkan proses penyusunan berjalan lebih efektif sekaligus menghasilkan perangkat pembelajaran yang berkualitas.
Perhatian khusus juga diberikan pada penyesuaian materi dengan karakteristik siswa di setiap jenjang kelas. Langkah tersebut dilakukan agar pembelajaran dapat berlangsung lebih interaktif, kontekstual, menarik, dan mampu memberikan pengalaman belajar yang bermakna bagi peserta didik.
Modul ajar dan RPP yang telah disusun diharapkan menjadi pedoman strategis bagi guru dalam melaksanakan pembelajaran yang terarah, inovatif, dan sesuai dengan kebutuhan perkembangan peserta didik serta tuntutan kurikulum yang berlaku.
Pendidikan Terintegrasi untuk Melahirkan Generasi Emas Indonesia
Secara keseluruhan, seluruh rangkaian program yang berlangsung sepanjang Mei hingga Juni 2026 berjalan dengan lancar, tertib, dan berhasil mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Program ini tidak hanya memberikan dampak positif terhadap peningkatan kualitas akademik siswa, tetapi juga memperkuat pembentukan karakter, meningkatkan budaya literasi, serta menanamkan kesadaran hidup sehat sejak dini.
Kolaborasi yang terjalin antara sekolah dan mahasiswa PLP menjadi bukti nyata bahwa keberhasilan pendidikan membutuhkan sinergi berbagai pihak. Melalui pendekatan pendidikan yang terintegrasi, sekolah mampu menghadirkan lingkungan belajar yang tidak hanya mendukung perkembangan intelektual, tetapi juga membentuk kepribadian, kreativitas, kepedulian sosial, dan keterampilan hidup peserta didik.
Gerakan pendidikan terpadu yang dilaksanakan di Sidoarjo ini menjadi cerminan komitmen kuat dalam menyiapkan generasi emas Indonesia yang cerdas, berkarakter, sehat, literat, dan berdaya saing tinggi. Dengan fondasi tersebut, peserta didik diharapkan mampu tumbuh menjadi generasi yang siap menghadapi tantangan global, berkontribusi bagi masyarakat, serta membawa Indonesia menuju masa depan yang lebih maju dan berkelanjutan (Dd).






