Home / PEMERINTAHAN / Kepala Rutan Teguhkan Pancasila, Rutan Surabaya Dorong Pembinaan Warga Binaan Berbasis Kemanusiaan

Kepala Rutan Teguhkan Pancasila, Rutan Surabaya Dorong Pembinaan Warga Binaan Berbasis Kemanusiaan

SIDOARJO —HIGHLIGHT NEWS ID Nilai-nilai Pancasila kembali diteguhkan jajaran Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas I Surabaya dalam peringatan Hari Kesaktian Pancasila, Kamis (1/10/2026). Momentum tersebut menjadi pengingat bahwa nilai kebangsaan, persatuan, kemanusiaan dan keadilan sosial harus diwujudkan melalui tindakan nyata dalam pelayanan pemasyarakatan.

Kepala Rutan Kelas I Surabaya, Tristiantoro Adi Wibowo, memimpin langsung upacara yang digelar di halaman Rutan Surabaya. Kegiatan tersebut diikuti pejabat struktural, pegawai staf, jajaran regu penjagaan serta mahasiswa magang.

Seluruh peserta mengikuti upacara dengan tertib dan khidmat. Rangkaian kegiatan meliputi penghormatan terhadap bendera Merah Putih, pembacaan ikrar kesetiaan serta amanat yang menekankan pentingnya menjadikan Pancasila sebagai pedoman dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.

Peringatan Hari Kesaktian Pancasila sekaligus menjadi momentum bagi jajaran Rutan Surabaya untuk memperkuat komitmen dalam menjalankan tugas. Fungsi pemasyarakatan tidak hanya berkaitan dengan pengamanan dan ketertiban, tetapi juga memiliki tanggung jawab pembinaan yang berorientasi pada kemanusiaan.

Nilai Pancasila Diterjemahkan dalam Pembinaan

Di lingkungan pemasyarakatan, nilai kemanusiaan dan keadilan sosial memiliki arti penting. Warga binaan tetap dipandang sebagai individu yang memiliki kesempatan untuk memperbaiki diri, mengembangkan potensi serta mempersiapkan kehidupan setelah kembali ke tengah masyarakat.

Pendekatan humanis menjadi salah satu unsur dalam proses tersebut. Profesionalisme petugas dalam menjaga keamanan dan ketertiban perlu berjalan seiring dengan pelaksanaan pembinaan yang menghormati martabat manusia.

Melalui proses pembinaan, warga binaan diarahkan untuk membangun perilaku yang lebih positif serta memperoleh bekal yang mendukung proses reintegrasi sosial.

Dengan demikian, semangat Pancasila tidak berhenti pada rangkaian seremoni. Nilai-nilainya diharapkan tercermin dalam pola pelayanan, sikap petugas dan hubungan sehari-hari antara jajaran pemasyarakatan dengan warga binaan.

Perkuat Kebersamaan Jajaran Rutan

Kepemimpinan Tristiantoro Adi Wibowo dalam upacara tersebut menjadi momentum memperkuat kebersamaan seluruh jajaran Rutan Kelas I Surabaya.

Nilai gotong royong, persatuan, kemanusiaan dan keadilan sosial diharapkan menjadi bagian dari budaya kerja. Semangat tersebut menjadi fondasi dalam menghadirkan pelayanan pemasyarakatan yang profesional sekaligus tetap mengedepankan aspek kemanusiaan.

Peringatan Hari Kesaktian Pancasila juga mengingatkan bahwa kehadiran negara harus dapat dirasakan secara adil oleh seluruh lapisan masyarakat, termasuk mereka yang sedang menjalani proses pembinaan di dalam rutan.

Karena itu, pembinaan menjadi bagian penting dalam pelaksanaan tugas pemasyarakatan. Warga binaan dipersiapkan agar memiliki kemampuan, sikap dan kesiapan yang diperlukan ketika kembali ke lingkungan sosialnya.

Keberhasilan pemasyarakatan tidak semata-mata diukur dari kemampuan menjaga keamanan dan ketertiban. Proses pembinaan yang memberikan ruang untuk perubahan dan perbaikan diri juga menjadi bagian penting dari tujuan pemasyarakatan.

Melalui momentum Hari Kesaktian Pancasila, jajaran Rutan Kelas I Surabaya kembali meneguhkan komitmen untuk menghadirkan nilai-nilai Pancasila dalam pelaksanaan tugas sehari-hari.

Pancasila bukan sekadar diperingati setiap 1 Oktober, melainkan diwujudkan melalui pelayanan yang profesional, pembinaan yang humanis, penghormatan terhadap martabat manusia serta tanggung jawab dalam menjalankan amanah pemasyarakatan (Dd)

 

Tagged:

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Social media & sharing icons powered by UltimatelySocial
error

Enjoy this blog? Please spread the word :)