Home / PEMERINTAHAN / Petugas Rutan Surabaya Cium Gelagat Mencurigakan, Lima Paket Kristal Putih Diduga Sabu Tersembunyi di Makanan Gagal Masuk

Petugas Rutan Surabaya Cium Gelagat Mencurigakan, Lima Paket Kristal Putih Diduga Sabu Tersembunyi di Makanan Gagal Masuk

SIDOARJO —HIGHLIGHT NEWS ID Satu gerak-gerik mencurigakan menjadi awal terbongkarnya dugaan penyelundupan narkotika ke Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas I Surabaya. Ketelitian petugas saat memeriksa pengunjung berujung pada penemuan lima paket kristal putih yang diduga sabu, Senin (7/9/2026) sekitar pukul 08.45 WIB.

Barang yang diduga narkotika tersebut ditemukan bukan dalam kemasan yang mencolok, melainkan disembunyikan di antara makanan yang dibawa seorang pengunjung perempuan berinisial SA untuk keperluan kunjungan.

Pengungkapan bermula di area Pintu Pengamanan Utama (P2U) Rutan Kelas I Surabaya. Saat pemeriksaan berlangsung, petugas penggeledahan berinisial RAP mencermati gerak-gerik SA yang hendak memasuki area layanan kunjungan.

Kewaspadaan tersebut kemudian ditindaklanjuti dengan koordinasi bersama Karupam dan Wakarupam. Pengawasan terhadap pengunjung beserta barang bawaannya diperketat.

Namun, pengawasan tidak berhenti di P2U.

Saat berada di aula kunjungan, petugas kembali menemukan adanya hal yang dinilai mencurigakan terkait pengunjung, warga binaan, maupun barang bawaan yang dibawa dalam kegiatan kunjungan.

Situasi tersebut kemudian ditindaklanjuti dengan membawa pengunjung dan warga binaan ke Pos Karupam untuk pemeriksaan lebih mendalam.

Lima Paket Kristal Putih Ditemukan

Pemeriksaan lanjutan akhirnya membuka dugaan modus penyembunyian barang terlarang.

Petugas memeriksa sejumlah makanan yang dibawa pengunjung, antara lain masakan Bali, telur, tahu, dan ikan tongkol.

Dari pemeriksaan tersebut ditemukan benda berbentuk kristal putih yang diduga narkotika jenis sabu.

Total ditemukan lima paket kristal putih berukuran sedang, ditambah satu gulungan plastik/pocket berukuran kecil yang juga diduga berisi narkotika jenis sabu.

Barang tersebut ditemukan dalam makanan yang dibawa pengunjung.

Seluruh temuan kemudian diamankan petugas Rutan Kelas I Surabaya sebagai barang bukti untuk ditindaklanjuti melalui mekanisme hukum yang berlaku.

Kepastian mengenai jenis dan kandungan barang tersebut tetap menjadi bagian dari proses pemeriksaan lebih lanjut oleh pihak yang berwenang.

Tristiantoro: Tidak Ada Ruang untuk Narkotika

Kepala Rutan Kelas I Surabaya, Tristiantoro Adi Wibowo, mengapresiasi ketelitian dan kewaspadaan petugas yang berhasil mendeteksi dugaan upaya penyelundupan tersebut.

Menurutnya, keberhasilan itu merupakan buah dari konsistensi petugas menjalankan prosedur pemeriksaan dan tidak mengabaikan indikasi yang dinilai mencurigakan.

“Keberhasilan ini merupakan hasil dari kewaspadaan dan ketelitian petugas dalam melaksanakan pemeriksaan sesuai dengan prosedur yang berlaku. Kami tidak akan memberikan ruang bagi siapa pun yang mencoba memasukkan narkotika maupun barang terlarang lainnya ke dalam Rutan,” tegas Tristiantoro.

Ia menegaskan bahwa pemeriksaan terhadap pengunjung dan barang bawaan merupakan bagian penting dalam sistem pengamanan Rutan.

Pemeriksaan dilakukan untuk mencegah masuknya narkotika maupun berbagai barang terlarang yang dapat mengganggu keamanan dan ketertiban lingkungan pemasyarakatan.

Komitmen tersebut juga menjadi bagian dari upaya mendukung pencegahan dan pemberantasan penyalahgunaan serta peredaran gelap narkotika di lingkungan pemasyarakatan.

SA Diamankan, Berkoordinasi dengan Polresta Sidoarjo

Setelah temuan tersebut diperoleh, petugas Rutan Kelas I Surabaya mengamankan pengunjung perempuan berinisial SA beserta barang bukti.

Pihak Rutan kemudian berkoordinasi dengan Polresta Sidoarjo untuk menjalani proses pemeriksaan dan penyelidikan lebih lanjut.

Pendalaman diperlukan untuk mengetahui secara utuh asal-usul barang yang diduga narkotika, bagaimana barang tersebut bisa berada dalam makanan, serta kemungkinan adanya pihak lain yang berkaitan dengan dugaan upaya penyelundupan.

Seluruh proses selanjutnya dilakukan sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

Celah Sekecil Apa Pun Tetap Diawasi

Peristiwa tersebut menjadi gambaran bahwa pengamanan di lingkungan Rutan membutuhkan kewaspadaan pada setiap tahapan.

Pemeriksaan tidak hanya dilakukan secara fisik terhadap pengunjung, tetapi juga membutuhkan kepekaan petugas dalam membaca situasi, ketelitian memeriksa barang bawaan, pengawasan berkelanjutan, serta koordinasi antarpersonel.

Sistem pengamanan berlapis diterapkan sejak pengunjung berada di P2U hingga memasuki area layanan kunjungan.

Dalam kasus ini, kecurigaan awal petugas menjadi pintu masuk pemeriksaan lebih lanjut. Pengawasan kemudian mengarah pada pemeriksaan makanan hingga ditemukan lima paket kristal putih yang diduga sabu.

Modus tersebut sekaligus menjadi pengingat bahwa barang terlarang dapat disembunyikan dengan memanfaatkan berbagai benda yang terlihat biasa.

Karena itu, tidak ada ruang untuk mengendurkan kewaspadaan.

Rutan Kelas I Surabaya menyatakan akan terus memperkuat pengawasan dan meningkatkan ketelitian petugas sebagai bagian dari komitmen mewujudkan lingkungan pemasyarakatan yang aman, tertib, dan bersih dari narkotika.

Lima paket kristal putih berhasil dihentikan sebelum dugaan barang tersebut masuk lebih jauh ke dalam Rutan. Dari satu gerak-gerik yang dicermati, terbuka sebuah dugaan penyelundupan. Pesannya jelas: sekecil apa pun celah pengamanan, tetap tidak boleh menjadi jalan masuk narkotika (Dd).

Tagged:

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Social media & sharing icons powered by UltimatelySocial
error

Enjoy this blog? Please spread the word :)