Home / PEMERINTAHAN / Rutan Gresik Dorong Perubahan dari Dalam, Akhlak Rasulullah Dijadikan Bekal Warga Binaan Kembali ke Masyarakat

Rutan Gresik Dorong Perubahan dari Dalam, Akhlak Rasulullah Dijadikan Bekal Warga Binaan Kembali ke Masyarakat

GRESIKHIGHLIGHT NEWS ID Pembinaan warga binaan di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Gresik Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Jawa Timur tidak hanya menyentuh aspek kedisiplinan, tetapi juga penguatan mental dan spiritual. Momentum Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah dimanfaatkan untuk menanamkan nilai keteladanan Rasulullah sebagai bekal membangun karakter dan mempersiapkan warga binaan kembali ke tengah masyarakat.

Pesan tersebut disampaikan dalam Pengajian Akbar yang digelar di Masjid At-Taubah Rutan Gresik, Kamis (3/9). Kegiatan diikuti Kepala Sub Seksi Pelayanan Tahanan Ari Djoko Irwanto, Kepala Kesatuan Pengamanan Rutan Virga Indrawan, jajaran pegawai, serta warga binaan.

Suasana pengajian berlangsung khidmat dan penuh antusias. Seluruh peserta mengikuti rangkaian kegiatan sebagai bagian dari pembinaan kepribadian sekaligus upaya memperkuat keimanan dan ketakwaan di lingkungan Rutan Gresik.

Kepala Sub Seksi Pelayanan Tahanan Ari Djoko Irwanto mengatakan, peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW menjadi momentum penting untuk kembali menggali keteladanan Rasulullah SAW dan menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.

Menurut Ari, keteladanan Rasulullah tidak cukup hanya dipahami melalui kisah perjalanan hidup beliau. Nilai tersebut harus diterjemahkan dalam sikap dan perilaku nyata, baik ketika menjalankan tugas maupun saat berinteraksi dalam kehidupan bermasyarakat.

“Mari kita jadikan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW ini sebagai momentum untuk kembali mengingat dan meneladani akhlak Rasulullah. Bukan hanya kita dengarkan kisahnya, tetapi nilai-nilai keteladanan beliau harus kita hadirkan dalam kehidupan sehari-hari,” ujar Ari.

Ia menegaskan bahwa Maulid Nabi hendaknya tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial. Peringatan tersebut harus menjadi ruang introspeksi bagi seluruh jajaran dan warga binaan untuk melihat kembali kekurangan diri sekaligus membangun komitmen melakukan perbaikan.

“Dengan meneladani Rasulullah SAW, kita diharapkan dapat menjadi pribadi yang lebih sabar, jujur, disiplin, bertanggung jawab, serta senantiasa mengedepankan sikap saling menghargai dan berbuat kebaikan,” tambahnya.

Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan tausiah yang disampaikan Ustadz M. Su’ud Amin Rosyadi. Dalam tausiyahnya, ia mengulas berbagai keteladanan Nabi Muhammad SAW, khususnya tentang akhlak mulia, keimanan, kesabaran, serta pentingnya menjadikan Rasulullah SAW sebagai panutan dalam menjalani kehidupan.

Pesan tersebut menjadi bagian penting bagi warga binaan yang sedang menjalani proses pembinaan. Bekal spiritual diharapkan mampu membangun kesadaran diri, memperkuat kemauan untuk berubah, dan mendorong lahirnya perilaku positif dalam keseharian.

Para peserta tampak mengikuti tausiah dengan penuh perhatian dan antusias. Suasana Masjid At-Taubah berlangsung khidmat ketika pegawai dan warga binaan bersama-sama menyimak materi serta mengambil hikmah dari keteladanan Rasulullah SAW.

Rutan Gresik menjadikan kegiatan keagamaan tersebut sebagai bagian dari pembinaan kepribadian yang berkelanjutan. Nilai-nilai religius diharapkan menjadi fondasi dalam membentuk karakter warga binaan agar lebih siap menghadapi kehidupan setelah menyelesaikan proses pembinaan.

Kesabaran, kejujuran, kedisiplinan, tanggung jawab, saling menghargai, serta semangat berbuat kebaikan bukan hanya menjadi pesan yang disampaikan dalam pengajian. Nilai tersebut diharapkan dapat diterapkan secara nyata dalam kehidupan sehari-hari dan menjadi bekal ketika warga binaan kembali ke lingkungan keluarga maupun masyarakat.

Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah dengan demikian memiliki makna yang lebih luas. Di lingkungan Rutan, nilai keagamaan diposisikan sebagai salah satu instrumen untuk memperkuat karakter sekaligus mendorong proses perubahan diri.

Pengajian Akbar ditutup dengan doa bersama. Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung tertib, lancar, dan penuh kekhidmatan.

Dari Masjid At-Taubah Rutan Gresik, pesan perubahan itu kembali ditegaskan: keteladanan Rasulullah SAW bukan hanya untuk dikenang, tetapi diharapkan hadir dalam perilaku sehari-hari sebagai bekal warga binaan menata diri dan mempersiapkan langkah menuju reintegrasi di tengah masyarakat (Dd).

Tagged:

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Social media & sharing icons powered by UltimatelySocial
error

Enjoy this blog? Please spread the word :)