Surabaya,– Highlight News Id Gedung Negara Grahadi menjadi saksi lahirnya penguatan komitmen bersama dalam upaya memerangi penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika di Jawa Timur. Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Gerakan Indonesia Anti Narkotika (GIAN) Jawa Timur menggelar audiensi bersama Gubernur Jawa Timur, Dr. (H.C.) Dra. Hj. Khofifah Indar Parawansa, M.Si., sebagai langkah strategis memperkuat kolaborasi lintas sektor guna mewujudkan Jawa Timur Bersih Narkoba dan menyelamatkan generasi muda Indonesia.
Pertemuan tersebut dipimpin langsung oleh Ketua DPW GIAN Jawa Timur, Sumidi, S.Sos., CPP., C.CPL., didampingi Wakil Ketua Hadi Susanto, S.Sos., CPP., C.CPL. Audiensi juga dihadiri Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Provinsi Jawa Timur Eddy Supriyanto, S.STP., Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur Prof. Dr. dr. Erwin Astha Triyono, Sp.PD-KPTI., FINASIM., M.A.R.S., serta Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur Dr. Aries Agung Paewai, S.STP., M.M.
Kehadiran para pemangku kepentingan tersebut menunjukkan bahwa penanggulangan narkotika bukan hanya menjadi tanggung jawab aparat penegak hukum, tetapi merupakan agenda bersama yang memerlukan sinergi pemerintah, organisasi kemasyarakatan, dunia pendidikan, sektor kesehatan, keluarga, dan masyarakat.
Dalam audiensi tersebut, DPW GIAN Jawa Timur menyampaikan komitmen untuk terus menjadi mitra strategis Pemerintah Provinsi Jawa Timur dalam memperkuat upaya preventif melalui edukasi, penyuluhan, sosialisasi, pembinaan masyarakat, serta kampanye anti narkoba yang berkesinambungan. Program-program tersebut diarahkan untuk menjangkau pelajar, mahasiswa, generasi muda, keluarga, komunitas, hingga masyarakat luas sebagai benteng utama dalam mencegah penyalahgunaan narkotika.
Ketua DPW GIAN Jawa Timur, Sumidi, S.Sos., CPP., C.CPL., menegaskan bahwa ancaman narkotika merupakan persoalan serius yang dapat merusak kualitas sumber daya manusia dan menghambat terwujudnya generasi emas Indonesia.
Menurutnya, penyelamatan generasi muda harus menjadi gerakan kolektif yang melibatkan seluruh elemen bangsa. Keberhasilan perang melawan narkoba hanya dapat dicapai melalui kolaborasi yang kuat antara pemerintah, lembaga pendidikan, tenaga kesehatan, organisasi masyarakat, tokoh agama, keluarga, dan masyarakat secara luas.
Wakil Ketua DPW GIAN Jawa Timur, Hadi Susanto, S.Sos., CPP., C.CPL., menyampaikan bahwa kepedulian terhadap generasi muda tidak cukup diwujudkan dalam bentuk seremonial, tetapi harus diterjemahkan menjadi langkah nyata yang berkelanjutan melalui pendidikan, penguatan karakter, serta peningkatan kesadaran masyarakat terhadap bahaya narkotika sejak usia dini.
Pertemuan tersebut juga menjadi forum strategis untuk memperkuat koordinasi lintas sektor dalam merancang program-program pencegahan yang lebih efektif, mulai dari penyuluhan di lingkungan pendidikan, kampanye publik, pemberdayaan masyarakat, hingga pembentukan jaringan relawan anti narkoba yang mampu menjangkau seluruh wilayah Jawa Timur.
Kolaborasi antara DPW GIAN Jawa Timur dengan Pemerintah Provinsi Jawa Timur diharapkan menjadi fondasi kuat dalam membangun gerakan sosial yang mampu memperkuat ketahanan masyarakat terhadap ancaman narkotika sekaligus meningkatkan kesadaran kolektif bahwa pemberantasan narkoba merupakan tanggung jawab bersama.
Dengan mengusung semangat “Tolak Narkoba, Selamatkan Generasi, Bersinergi Membangun Negeri”, audiensi di Gedung Negara Grahadi menjadi simbol penguatan tekad seluruh pemangku kepentingan untuk terus bersatu dalam mewujudkan Jawa Timur Bersih Narkoba. Sinergi yang dibangun diharapkan mampu melahirkan berbagai langkah konkret dalam menciptakan generasi muda yang sehat, cerdas, berkarakter, berprestasi, serta memiliki daya saing tinggi sebagai penerus pembangunan bangsa.
Komitmen yang terbangun dalam audiensi ini diharapkan tidak berhenti pada pertemuan formal semata, tetapi berlanjut menjadi aksi nyata yang melibatkan seluruh komponen masyarakat. Dengan kolaborasi yang semakin erat antara pemerintah daerah, GIAN Jawa Timur, dunia pendidikan, sektor kesehatan, dan masyarakat, Jawa Timur diharapkan mampu menjadi salah satu daerah terdepan dalam membangun lingkungan yang aman, produktif, dan bebas dari penyalahgunaan narkotika demi terwujudnya Indonesia yang lebih maju, tangguh, dan berkualitas (Dd).






