BALI – HIGHLIGHT NEWS ID Peringatan Hari Anti Narkotika Internasional (HANI) 2026 pada 26 Juni menjadi momentum penting untuk memperkuat komitmen seluruh elemen masyarakat dalam memerangi penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika. Dalam momentum tersebut, Ketua Gerakan Indonesia Anti Narkotika (GIAN) DPW Bali, Vera Susanti, menegaskan bahwa perang melawan narkotika tidak dapat dilakukan secara parsial, melainkan membutuhkan sinergi yang kuat, berkelanjutan, dan melibatkan seluruh komponen masyarakat.
Dalam pernyataannya, Vera Susanti yang didampingi seluruh jajaran DPW GIAN Bali dan DPD GIAN kabupaten se-Bali mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk memperkuat kolaborasi dalam upaya pencegahan sekaligus pemberantasan penyalahgunaan serta peredaran gelap narkotika. Menurutnya, komitmen bersama menjadi kunci utama dalam menjaga masa depan generasi bangsa dari ancaman narkoba yang terus berkembang.
Sebagai destinasi pariwisata kelas dunia, Bali memiliki dinamika sosial yang sangat kompleks. Tingginya mobilitas masyarakat, interaksi budaya internasional, serta aktivitas ekonomi yang terus berkembang menjadi potensi besar bagi kemajuan daerah. Namun di sisi lain, kondisi tersebut juga menghadirkan tantangan serius berupa meningkatnya risiko penyalahgunaan dan peredaran narkotika yang memerlukan kewaspadaan seluruh elemen masyarakat.
Karena itu, Vera menilai sinergi antara pemerintahan kedinasan dengan sistem pemerintahan adat menjadi kekuatan strategis yang harus terus diperkuat. Kolaborasi antara pemerintah daerah, Badan Narkotika Nasional, aparat penegak hukum, desa dan kelurahan, Desa Adat, GIAN, lembaga pendidikan, tokoh agama, tokoh masyarakat, organisasi kepemudaan, hingga komunitas masyarakat dinilai sebagai fondasi utama dalam membangun sistem pencegahan narkotika yang efektif hingga ke tingkat akar rumput.
Ia juga memberikan perhatian khusus terhadap peran Prajuru Desa Adat se-Bali agar terus mengambil langkah strategis dalam memperkuat ketahanan sosial berbasis nilai-nilai adat, budaya, dan kearifan lokal. Menurutnya, Desa Adat memiliki posisi yang sangat penting sebagai benteng pertahanan masyarakat dalam membangun karakter generasi muda melalui edukasi, pembinaan, pengawasan sosial, serta peningkatan kepedulian terhadap bahaya narkotika.
Penguatan nilai budaya lokal dinilai menjadi modal besar dalam menciptakan lingkungan yang aman, sehat, dan terbebas dari penyalahgunaan narkotika. Dengan melibatkan seluruh unsur masyarakat secara aktif, upaya pencegahan tidak hanya menjadi tanggung jawab aparat penegak hukum, tetapi menjadi gerakan kolektif yang tumbuh dari kesadaran masyarakat sendiri.
Melalui momentum Hari Anti Narkotika Internasional 2026, DPW GIAN Bali menegaskan kembali pentingnya membangun sinergi kokoh antara sistem pemerintahan formal dan pemerintahan adat sebagai kekuatan khas Bali dalam menjaga stabilitas keamanan, keharmonisan sosial, serta keberlanjutan pembangunan daerah.
Menutup pernyataannya, Vera Susanti mengajak seluruh masyarakat Bali untuk terus memperkuat persatuan dalam menjaga Pulau Dewata dari ancaman narkotika.
> “Bersama, kita jaga Bali. Bersama, kita lindungi generasi. Bersama, kita wujudkan Bali Bersinar (Bersih dari Narkoba) menuju Indonesia Emas 2045,” tegas Vera Susanti.
Seruan tersebut menjadi pesan kuat bahwa peringatan HANI bukan sekadar agenda tahunan, melainkan momentum membangun gerakan bersama yang melibatkan seluruh elemen bangsa untuk menciptakan Bali yang aman, sehat, tangguh, dan bebas dari narkotika sebagai bagian dari ikhtiar mewujudkan visi Indonesia Emas 2045 (Dd).






