BANYUWANGI – HIGHLIGHT NEWS ID Semangat persatuan, kepemimpinan, dan cinta tanah air berkobar seiring menyala terangnya api unggun pada malam puncak Perkemahan Pramuka SMP Negeri 3 Genteng, Kabupaten Banyuwangi, yang digelar pada Jumat malam (24/7/2026). Kegiatan yang berlangsung khidmat, meriah, dan penuh makna tersebut menjadi momentum penting dalam memperkokoh pendidikan karakter sekaligus mempertegas komitmen sekolah dalam mencetak generasi muda yang berintegritas, berdaya saing, dan siap menyongsong Indonesia Emas 2045.
Kobaran api unggun yang berdiri kokoh di tengah lapangan sekolah bukan hanya menjadi simbol penutup rangkaian perkemahan, tetapi juga melambangkan semangat yang terus menyala dalam membangun karakter peserta didik. Cahaya api menjadi representasi nilai persatuan, disiplin, tanggung jawab, gotong royong, serta jiwa pengabdian yang harus terus hidup dalam setiap langkah generasi muda.
Ratusan peserta didik mengikuti seluruh prosesi malam api unggun dengan penuh antusias. Didampingi para pembina Pramuka, dewan guru, dan jajaran sekolah, mereka mengikuti rangkaian acara mulai dari penyalaan obor, upacara api unggun, penyampaian amanat pembina, hingga pentas seni, atraksi kepramukaan, yel-yel regu, serta berbagai pertunjukan kreativitas yang menampilkan kekompakan dan bakat para siswa.
Suasana penuh kehangatan dan kebersamaan yang tercipta sepanjang kegiatan menjadi gambaran nyata bahwa pendidikan kepramukaan mampu menghadirkan pengalaman belajar yang menyenangkan sekaligus membentuk karakter peserta didik melalui praktik langsung di lapangan.
Kepala SMP Negeri 3 Genteng, Mashudi, menegaskan bahwa pendidikan karakter merupakan fondasi utama dalam membangun sumber daya manusia yang unggul. Menurutnya, sekolah memiliki tanggung jawab untuk melahirkan generasi yang tidak hanya memiliki kecerdasan akademik, tetapi juga berintegritas, beretika, disiplin, serta memiliki kemampuan memimpin dengan penuh tanggung jawab.
> “Api unggun memiliki makna mendalam sebagai simbol semangat, persatuan, dan pengabdian. Kami berharap seluruh siswa mampu membawa nilai-nilai kedisiplinan, tanggung jawab, serta kepedulian terhadap sesama dalam kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan sekolah, keluarga, maupun masyarakat,” ujar Mashudi.
Ia menjelaskan bahwa seluruh aktivitas selama perkemahan dirancang sebagai media pembelajaran yang menitikberatkan pada penguatan karakter melalui pengalaman nyata. Para peserta diajak belajar bekerja sama, membangun komunikasi yang efektif, menghargai keberagaman, menyelesaikan persoalan secara musyawarah, serta mengembangkan rasa percaya diri dan kepemimpinan dalam setiap aktivitas yang dijalankan.
Menurut Mashudi, pengalaman tersebut menjadi bekal penting bagi peserta didik untuk menghadapi berbagai tantangan global yang semakin kompleks tanpa kehilangan identitas, nilai budaya, maupun semangat kebangsaan.
Di kesempatan yang sama, Ketua Gugus Depan SMP Negeri 3 Genteng, Darto, menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta, pembina, guru, panitia, serta semua pihak yang telah berkontribusi sehingga seluruh rangkaian kegiatan dapat berlangsung dengan aman, tertib, dan sukses.
Menurutnya, keberhasilan pelaksanaan perkemahan mencerminkan kuatnya kolaborasi seluruh elemen sekolah dalam mewujudkan pendidikan karakter yang berkelanjutan.
“Kami sangat mengapresiasi semangat seluruh peserta yang mengikuti kegiatan ini dengan penuh tanggung jawab. Nilai-nilai kebersamaan yang terbangun selama perkemahan diharapkan menjadi bekal berharga bagi mereka dalam menghadapi tantangan di masa depan,” tutur Darto.
Ia menambahkan bahwa pendidikan kepramukaan terbukti efektif dalam membangun pribadi yang mandiri, disiplin, tangguh, kreatif, peduli terhadap lingkungan, mampu bekerja dalam tim, memiliki kepemimpinan yang kuat, serta mampu mengambil keputusan secara bijaksana berdasarkan nilai moral dan kepentingan bersama.
Puncak acara semakin semarak dengan berbagai penampilan seni budaya, atraksi kepramukaan, pentas kreativitas, dan yel-yel yang ditampilkan setiap regu. Penampilan tersebut tidak hanya menjadi hiburan, tetapi juga menunjukkan hasil pembinaan yang mampu mengembangkan kreativitas, keberanian, kekompakan, dan rasa percaya diri para peserta didik.
Sorak sorai, tepuk tangan, dan semangat kebersamaan yang mengiringi setiap penampilan menciptakan suasana penuh kekeluargaan yang mempererat hubungan antarsiswa, pembina, dan seluruh warga sekolah.
Kegiatan perkemahan ini juga menjadi implementasi nyata penguatan Profil Pelajar Pancasila, yang menanamkan nilai keimanan dan ketakwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa, akhlak mulia, kemandirian, kreativitas, gotong royong, kemampuan bernalar kritis, penghargaan terhadap keberagaman, serta kepemimpinan yang berorientasi pada kepentingan bersama.
Melalui pendidikan kepramukaan, SMP Negeri 3 Genteng terus memperkuat komitmennya dalam menanamkan nilai-nilai integritas, nasionalisme, disiplin, kepedulian sosial, kerja sama, dan semangat pengabdian sebagai investasi strategis dalam mencetak generasi penerus bangsa yang berkualitas.
Berakhirnya malam api unggun menjadi penanda berakhirnya rangkaian perkemahan, namun menjadi awal lahirnya komitmen baru bagi setiap peserta untuk mengimplementasikan seluruh nilai yang telah dipelajari dalam kehidupan sehari-hari. Semangat yang lahir dari kobaran api unggun diharapkan terus menyala dalam setiap tindakan, menjadi inspirasi untuk terus belajar, berkarya, berprestasi, serta memberikan manfaat bagi lingkungan sekitar.
Melalui penyelenggaraan kegiatan yang edukatif, inspiratif, dan penuh nilai kebangsaan ini, SMP Negeri 3 Genteng Banyuwangi kembali membuktikan komitmennya sebagai lembaga pendidikan yang tidak hanya mencetak lulusan unggul secara akademik, tetapi juga membangun generasi muda yang berkarakter luhur, berintegritas, berjiwa kepemimpinan, cinta tanah air, adaptif terhadap perkembangan zaman, serta siap menjadi penggerak perubahan demi kemajuan Banyuwangi, Jawa Timur, dan Indonesia (BD/AGS).






