Home / DAERAH / SAAT RIBUAN DOA MENYATU DI GLENMORE: Haul Ke-12 KH. Ishomuddin Dimyathi Tegaskan Warisan Dakwah yang Menembus Zaman

SAAT RIBUAN DOA MENYATU DI GLENMORE: Haul Ke-12 KH. Ishomuddin Dimyathi Tegaskan Warisan Dakwah yang Menembus Zaman

BANYUWANGI –HIGHLIGHT NEWS ID Malam yang penuh keberkahan dan nuansa spiritual menyelimuti kawasan Pondok Pesantren Kanzul Makarim, Desa Sepanjang, Kecamatan Glenmore, Banyuwangi, Sabtu malam (6/6/2026). Ribuan jamaah dari berbagai daerah memadati lingkungan pesantren untuk menghadiri Haul Ke-12 almaghfurlah KH. Ishomuddin Dimyathi, ulama kharismatik sekaligus pendiri Pondok Pesantren Kanzul Makarim yang telah mendedikasikan hidupnya untuk dakwah, pendidikan Islam, dan pembinaan akhlak masyarakat.

Peringatan haul yang bertepatan dengan 20 Dzulhijjah 1447 Hijriah tersebut berlangsung dalam suasana yang khidmat, tertib, dan penuh kekeluargaan. Sejak sore hari, arus jamaah terus berdatangan memenuhi area pesantren untuk mengikuti rangkaian kegiatan yang diawali dengan pembacaan Surat Yasin, tahlil, istighasah, serta doa bersama yang dipimpin para ulama dan tokoh agama.

Lantunan ayat-ayat suci Al-Qur’an yang menggema dari berbagai penjuru kompleks pesantren menghadirkan suasana haru yang mendalam. Ribuan jamaah tampak larut dalam kekhusyukan, memanjatkan doa terbaik bagi almarhum KH. Ishomuddin Dimyathi yang selama hidupnya dikenal sebagai sosok sederhana, istiqamah dalam perjuangan, dan memiliki kepedulian besar terhadap pendidikan umat.

Bagi masyarakat Glenmore dan sekitarnya, nama KH. Ishomuddin Dimyathi bukanlah sekadar tokoh agama. Beliau merupakan figur yang telah memberikan kontribusi besar dalam membangun fondasi pendidikan Islam yang kuat di tengah masyarakat. Melalui Pondok Pesantren Kanzul Makarim, beliau menanamkan nilai-nilai keilmuan, ketakwaan, dan akhlakul karimah yang hingga kini terus diwariskan kepada para santri dan generasi penerus.

Haul ke-12 ini menjadi momentum penting untuk mengenang perjalanan panjang perjuangan sang ulama yang telah mendedikasikan hidupnya bagi kemajuan umat. Tidak hanya sebagai pendidik, KH. Ishomuddin Dimyathi juga dikenal sebagai pembimbing masyarakat yang selalu hadir memberikan solusi, nasihat, dan teladan dalam kehidupan sehari-hari.

Kegiatan tersebut turut dihadiri unsur Muspika Kecamatan Glenmore, para ulama, tokoh masyarakat, alumni pesantren, wali santri, serta masyarakat umum yang datang untuk mengenang jasa dan perjuangan almarhum. Kehadiran ribuan jamaah menjadi bukti nyata bahwa sosok KH. Ishomuddin Dimyathi masih memiliki tempat istimewa di hati masyarakat.

Dalam kesempatan itu, Pengasuh Pondok Pesantren Kanzul Makarim, Gus Naim, putra almarhum KH. Ishomuddin Dimyathi, menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya haul yang berlangsung lancar dan penuh keberkahan. Ia juga mengungkapkan apresiasi kepada seluruh pihak yang selama ini turut mendukung perkembangan pesantren.

Menurut Gus Naim, perjalanan Pondok Pesantren Kanzul Makarim hingga mampu berkembang dan tetap eksis sampai saat ini merupakan hasil dari sinergi antara pesantren, masyarakat, alumni, dan berbagai pihak yang memiliki perhatian terhadap pendidikan Islam.

“Harapan ke depannya, semoga Pondok Pesantren ini dapat terus berkembang lagi. Hal ini tentunya tidak lepas dari dukungan seluruh warga masyarakat sekitar, serta dukungan dari berbagai pihak, termasuk Pihak Mustika,” ujar Gus Naim di hadapan para jamaah.

Lebih lanjut, Gus Naim menegaskan bahwa amanah perjuangan yang diwariskan oleh ayahandanya akan terus dijaga dan dilanjutkan. Ia menilai bahwa tantangan zaman yang semakin kompleks menuntut pesantren untuk terus beradaptasi tanpa meninggalkan nilai-nilai dasar yang menjadi ruh pendidikan Islam.

Menurutnya, Pondok Pesantren Kanzul Makarim harus tetap menjadi pusat pembentukan karakter, penguatan moral, dan pengembangan ilmu pengetahuan yang berpijak pada ajaran Islam Ahlussunnah wal Jamaah. Dengan demikian, pesantren dapat terus melahirkan generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga kuat secara spiritual dan sosial.

Sepanjang pelaksanaan haul, suasana kebersamaan begitu terasa. Para alumni yang datang dari berbagai daerah memanfaatkan momentum tersebut untuk mempererat tali silaturahmi dengan para guru, sahabat, dan keluarga besar pesantren. Momen itu menjadi gambaran bahwa hubungan emosional yang terbangun di lingkungan pesantren tetap terjaga meskipun waktu terus berjalan.

Bagi masyarakat Banyuwangi, keberadaan Pondok Pesantren Kanzul Makarim telah menjadi bagian penting dari perjalanan pendidikan dan dakwah Islam. Kontribusi pesantren dalam mencetak generasi berakhlak mulia dan berwawasan luas menjadi salah satu warisan besar yang terus dirasakan manfaatnya hingga saat ini.

Haul Ke-12 KH. Ishomuddin Dimyathi juga menjadi penegasan bahwa perjuangan seorang ulama tidak akan pernah berhenti meskipun raganya telah tiada. Ilmu yang diajarkan, akhlak yang dicontohkan, serta lembaga pendidikan yang dibangun akan terus hidup dan berkembang melalui generasi-generasi penerus yang meneruskan cita-citanya.

Di tengah perubahan zaman yang berlangsung begitu cepat, nilai-nilai perjuangan yang diwariskan KH. Ishomuddin Dimyathi tetap menjadi sumber inspirasi bagi banyak kalangan. Dari sebuah pesantren di Glenmore, cahaya dakwah yang beliau nyalakan puluhan tahun silam masih terus bersinar, menerangi jalan pengabdian umat dan membangun harapan bagi masa depan yang lebih baik.

Haul ke-12 ini akhirnya menjadi lebih dari sekadar acara mengenang. Ia menjelma menjadi simbol keberlanjutan perjuangan, penguatan persaudaraan, dan peneguhan komitmen bersama untuk menjaga warisan ilmu, dakwah, dan akhlak yang telah ditanamkan oleh KH. Ishomuddin Dimyathi demi kemaslahatan umat sepanjang masa (BD).

Tagged:

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Social media & sharing icons powered by UltimatelySocial
error

Enjoy this blog? Please spread the word :)