Sidoarjo,–Highlight News Id Komitmen pemberantasan peredaran gelap narkotika di lingkungan pemasyarakatan kembali membuahkan hasil nyata. Dua petugas Lapas Kelas I Surabaya menerima penghargaan resmi dari Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) Jawa Timur setelah berhasil menggagalkan upaya penyelundupan narkoba ke dalam lembaga pemasyarakatan. Penghargaan tersebut diserahkan langsung dalam apel pagi yang digelar di halaman Kanwil Ditjenpas Jawa Timur sebagai bentuk apresiasi atas integritas, kewaspadaan, serta dedikasi tinggi yang ditunjukkan dalam menjaga keamanan dan ketertiban lingkungan pemasyarakatan.
Penghargaan ini menjadi simbol bahwa keberhasilan menjaga lapas dari ancaman narkotika tidak hanya bertumpu pada sistem dan teknologi pengamanan, tetapi juga pada kualitas sumber daya manusia yang memiliki komitmen kuat terhadap tugas dan tanggung jawabnya. Aksi cepat dan ketelitian kedua petugas tersebut dinilai berhasil mencegah potensi gangguan keamanan yang dapat berdampak luas terhadap proses pembinaan warga binaan serta stabilitas lingkungan pemasyarakatan.
Keberhasilan penggagalan penyelundupan narkoba ini sekaligus mempertegas keseriusan jajaran Ditjenpas Jawa Timur dalam mendukung implementasi 15 Program Akselerasi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan, khususnya pada aspek pemberantasan narkoba, penguatan deteksi dini, serta peningkatan sistem pengawasan yang berkelanjutan. Langkah tersebut menjadi bagian dari strategi besar untuk menciptakan lapas dan rumah tahanan yang bersih dari peredaran narkotika serta berbagai bentuk pelanggaran keamanan lainnya.
Kepala Kantor Wilayah Ditjenpas Jawa Timur, Kusnali, menegaskan bahwa penghargaan yang diberikan bukan sekadar bentuk apresiasi personal, tetapi juga pesan kuat kepada seluruh jajaran pemasyarakatan agar terus menjaga integritas dan meningkatkan kewaspadaan dalam menghadapi berbagai modus penyelundupan yang semakin kompleks.
“Penghargaan ini adalah bentuk apresiasi atas kerja keras, kewaspadaan, dan komitmen petugas di lapangan. Ini membuktikan bahwa insan pemasyarakatan mampu menjalankan tugas dengan penuh integritas dan tanggung jawab untuk menjaga lingkungan kerja dari ancaman narkoba,” tegas Kusnali.
Menurutnya, ancaman penyelundupan narkoba ke dalam lapas masih menjadi salah satu tantangan terbesar yang harus dihadapi secara serius. Beragam modus yang terus berkembang menuntut seluruh petugas untuk bekerja lebih cermat, disiplin, dan responsif dalam menjalankan fungsi pengamanan. Oleh karena itu, penguatan pengawasan berlapis serta penerapan standar operasional prosedur secara konsisten harus menjadi budaya kerja yang tidak dapat ditawar.
Kusnali juga menegaskan bahwa keberhasilan tersebut harus menjadi inspirasi bagi seluruh petugas pemasyarakatan di Jawa Timur. Tidak boleh ada ruang sekecil apa pun yang dapat dimanfaatkan oleh pihak-pihak tertentu untuk memasukkan narkoba maupun barang terlarang lainnya ke dalam lapas dan rumah tahanan.
Sementara itu, Kepala Lapas Kelas I Surabaya, Sohibur Rachman, menyampaikan rasa bangga atas pencapaian yang diraih oleh anggotanya. Ia menilai keberhasilan tersebut merupakan hasil nyata dari kerja sama tim yang solid, disiplin yang konsisten, serta profesionalisme yang terus dijaga dalam setiap pelaksanaan tugas.
“Prestasi ini menjadi motivasi bagi seluruh jajaran di Lapas Kelas I Surabaya untuk terus bekerja secara profesional, menjaga integritas, dan memastikan tidak ada celah sedikit pun bagi peredaran narkoba di dalam lingkungan lapas,” ujar Sohibur Rachman.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa keberhasilan tersebut menjadi bukti bahwa komitmen pemberantasan narkoba di lingkungan pemasyarakatan bukan sekadar slogan, melainkan diwujudkan melalui tindakan nyata di lapangan. Setiap petugas dituntut memiliki kepekaan tinggi terhadap potensi gangguan keamanan serta berani mengambil langkah tegas sesuai prosedur demi menjaga marwah institusi.
Momentum pemberian penghargaan ini sekaligus menjadi penguatan moral bagi seluruh jajaran pemasyarakatan di Jawa Timur untuk terus meningkatkan kualitas pengawasan, mempererat koordinasi antarunit kerja, serta memperkuat semangat pengabdian kepada negara. Di tengah tantangan peredaran narkotika yang semakin kompleks, integritas petugas tetap menjadi benteng utama dalam menjaga keamanan dan ketertiban di lingkungan pemasyarakatan.
Dengan mengusung prinsip zero tolerance terhadap narkoba, Kanwil Ditjenpas Jawa Timur menegaskan komitmennya untuk terus membangun sistem pemasyarakatan yang aman, bersih, transparan, dan berintegritas. Keberhasilan dua petugas Lapas Kelas I Surabaya ini menjadi bukti bahwa integritas, profesionalisme, dan kewaspadaan merupakan senjata paling efektif dalam memutus mata rantai peredaran narkotika di balik tembok pemasyarakatan serta memperkuat kepercayaan publik terhadap institusi pemasyarakatan Indonesia (Dd).






