SIDOARJO — HIGHLIGHT NEWS ID Kehadiran Kepala Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Gresik, Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Jawa Timur, Dhimas Isdwiyono, dalam Serah Terima Jabatan (Sertijab) dan Pisah Sambut Kepala Balai Pemasyarakatan (Bapas) Kelas I Surabaya, Selasa (18/8/2026), menjadi bagian penting dari momentum penguatan sinergi antarunit pemasyarakatan.
Kegiatan tersebut menandai beralihnya kepemimpinan Bapas Kelas I Surabaya dari Surakhmat kepada Ruspriyatno. Pergantian tersebut bukan sekadar rotasi jabatan, melainkan bagian dari dinamika organisasi untuk memastikan kesinambungan tugas, peningkatan kinerja, serta penguatan kualitas pelayanan pemasyarakatan.
Kehadiran Dhimas Isdwiyono sekaligus menunjukkan dukungan jajaran Rutan Kelas IIB Gresik terhadap kepemimpinan baru Bapas Kelas I Surabaya. Sinergi antara Rutan dan Bapas dinilai memiliki arti strategis karena keduanya memiliki keterkaitan erat dalam rangkaian pembinaan hingga proses reintegrasi sosial.
Bapas sendiri memiliki peran penting dalam memberikan pendampingan, pembimbingan, dan pengawasan terhadap klien pemasyarakatan. Peran tersebut menjadi bagian dari upaya mempersiapkan klien agar mampu kembali menjalani kehidupan secara mandiri, produktif, dan bertanggung jawab di tengah masyarakat.
Dalam momentum tersebut, Dhimas menyampaikan penghargaan atas dedikasi dan pengabdian Surakhmat selama memimpin Bapas Kelas I Surabaya.
“Pergantian kepemimpinan merupakan bagian dari perjalanan organisasi. Kami menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas dedikasi serta pengabdian Bapak Surakhmat selama memimpin Bapas Kelas I Surabaya. Kepada Bapak Ruspriyatno, kami mengucapkan selamat atas amanah baru ini. Semoga dapat melanjutkan capaian yang telah dibangun sekaligus menghadirkan inovasi dan penguatan pelayanan pemasyarakatan,” ujar Dhimas.
Menurutnya, kepemimpinan baru harus mampu melanjutkan berbagai hal positif yang telah dibangun sekaligus menghadirkan gagasan dan inovasi baru. Pergantian pejabat diharapkan menjadi energi untuk meningkatkan kualitas organisasi dan pelayanan kepada masyarakat.
Dhimas juga menegaskan kesiapan Rutan Kelas IIB Gresik untuk terus memperkuat kolaborasi dengan Bapas Kelas I Surabaya.
“Kami di Rutan Gresik siap memperkuat kolaborasi dengan Bapas Kelas I Surabaya. Pemasyarakatan tidak dapat berjalan sendiri-sendiri. Dibutuhkan koordinasi dan komunikasi yang kuat agar proses pembinaan, pembimbingan, hingga reintegrasi sosial dapat memberikan dampak nyata bagi warga binaan maupun klien pemasyarakatan,” tambahnya.
Pernyataan tersebut mempertegas bahwa keberhasilan sistem pemasyarakatan membutuhkan kerja bersama. Rutan, Lapas, dan Bapas memiliki fungsi yang berbeda, tetapi seluruhnya berada dalam satu rangkaian proses yang saling berkaitan.
Pembinaan di dalam Rutan maupun Lapas perlu dipersiapkan secara berkesinambungan dengan pembimbingan ketika warga binaan memasuki tahapan reintegrasi sosial. Dalam konteks tersebut, Bapas menjadi salah satu unsur penting untuk memastikan proses kembali ke masyarakat dapat berlangsung secara terarah.
Koordinasi dan komunikasi yang kuat antarunit juga menjadi kunci agar berbagai program tidak berjalan sendiri-sendiri. Dengan kolaborasi yang baik, pelayanan pemasyarakatan diharapkan semakin efektif, humanis, responsif, dan berorientasi pada manfaat nyata.
Sertijab DWP Ikut Warnai Pergantian Kepemimpinan
Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan Serah Terima Jabatan Dharma Wanita Persatuan (DWP) Bapas Kelas I Surabaya.
Prosesi tersebut turut menjadi bagian dari kesinambungan organisasi sekaligus memperkuat peran keluarga besar pemasyarakatan dalam mendukung pelaksanaan tugas kedinasan.
Bagi jajaran Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Jawa Timur, kesinambungan kepemimpinan dan soliditas seluruh jajaran merupakan fondasi penting untuk terus meningkatkan kualitas penyelenggaraan pemasyarakatan.
Semangat tersebut sejalan dengan komitmen menghadirkan pemasyarakatan yang semakin APIK, yakni Agamis, Profesional, Integritas, dan Kolaboratif.
Nilai APIK diharapkan tidak hanya menjadi semboyan, tetapi benar-benar tercermin dalam pelaksanaan tugas sehari-hari. Profesionalitas, integritas, kolaborasi, dan pendekatan humanis diharapkan semakin memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap pelayanan pemasyarakatan.
Kegiatan Sertijab dan Pisah Sambut Kepala Bapas Kelas I Surabaya berlangsung dalam suasana penuh keakraban. Pergantian Surakhmat kepada Ruspriyatno menjadi awal baru untuk melanjutkan estafet pengabdian sekaligus memperkuat kontribusi Bapas dalam mendukung keberhasilan sistem pemasyarakatan di Jawa Timur.
Kehadiran Kepala Rutan Kelas IIB Gresik Dhimas Isdwiyono pada momentum tersebut menjadi penegasan bahwa pergantian kepemimpinan tidak boleh menjadi batas bagi sinergi.
Kepemimpinan boleh berganti, tetapi koordinasi harus semakin kuat, kolaborasi harus semakin luas, dan pengabdian kepada masyarakat harus terus berlanjut.
Dengan semangat tersebut, Rutan, Lapas, dan Bapas diharapkan mampu bergerak dalam satu irama untuk membangun sistem pemasyarakatan yang semakin Agamis, Profesional, Integritas, dan Kolaboratif, sekaligus memberikan dampak nyata bagi warga binaan, klien pemasyarakatan, keluarga, dan masyarakat luas (Dd).






