Home / PEMERINTAHAN / Dari Lapangan Hijau Menuju Persatuan! GSIP Sidoarjo Tegaskan Kritik Bukan Permusuhan, Trofeo Putra Mulya Jadi Tonggak Sinergi Masyarakat dan Pemerintah Desa

Dari Lapangan Hijau Menuju Persatuan! GSIP Sidoarjo Tegaskan Kritik Bukan Permusuhan, Trofeo Putra Mulya Jadi Tonggak Sinergi Masyarakat dan Pemerintah Desa

SIDOARJO, Sabtu (1/8/2026) –HIGHLIGHT NEWS ID Nuansa peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia terasa begitu kuat di Lapangan Sepak Bola Desa Mulyodadi, Kecamatan Wonoayu, Kabupaten Sidoarjo. Melalui penyelenggaraan Trofeo Putra Mulya 2026, masyarakat tidak hanya disuguhkan pertandingan sepak bola yang menjunjung tinggi sportivitas, tetapi juga sebuah pesan penting tentang persatuan, kolaborasi, dan kepedulian sosial dalam membangun desa.

Turnamen yang mempertemukan PS Putra Mulya A melawan PS Putra Mulya B sebagai laga pembuka itu berlangsung meriah dan dihadiri unsur Muspika Kecamatan Wonoayu, Pemerintah Desa Mulyodadi, tokoh masyarakat, organisasi kemasyarakatan, pemuda, panitia, serta ratusan warga yang antusias memenuhi lapangan untuk memberikan dukungan kepada para pemain.

Di tengah kemeriahan pembukaan, perhatian masyarakat tertuju pada kehadiran Gerakan Satu Ibu Pertiwi (GSIP) Sidoarjo. Organisasi yang selama ini dikenal vokal dalam mengawal kepentingan masyarakat dan menjalankan fungsi kontrol sosial tersebut menunjukkan bahwa sikap tegas terhadap berbagai persoalan publik dapat berjalan selaras dengan semangat silaturahmi, dialog, dan kebersamaan.

Mewakili GSIP Sidoarjo, Fatur Rahman dari Divisi Hukum hadir memenuhi undangan panitia dan mendapat kehormatan melakukan tendangan bola pertama (kick-off) sebagai simbol resmi dimulainya Trofeo Putra Mulya Tahun 2026. Momen tersebut menjadi simbol bahwa olahraga mampu menjadi ruang pemersatu seluruh elemen masyarakat tanpa menghilangkan komitmen terhadap nilai-nilai keadilan dan pengabdian kepada kepentingan publik.

Acara pembukaan turut dihadiri jajaran Pemerintah Desa Mulyodadi yang dipimpin Marwiyah, Sekretaris Desa sekaligus Pelaksana Harian (PLH) Kepala Desa Mulyodadi. Dalam sambutannya, ia menyampaikan apresiasi kepada panitia, masyarakat, dan seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya turnamen. Menurutnya, kegiatan olahraga seperti ini menjadi sarana efektif memperkuat silaturahmi, membangun kekompakan warga, serta memberikan ruang pembinaan bagi generasi muda agar tumbuh menjadi pribadi yang sehat, disiplin, dan berprestasi.

Pembina LSM GSIP Sidoarjo, Gus Azis, menegaskan bahwa kehadiran GSIP dalam kegiatan masyarakat merupakan bentuk komitmen untuk terus membangun komunikasi yang sehat dan konstruktif demi terciptanya pembangunan desa yang lebih baik.

«”Kritik itu ibadah ketika niatnya lurus untuk kebaikan. Silaturahmi adalah jembatan menuju persatuan. Hari ini kami hadir bukan untuk mencari siapa yang benar atau salah, tetapi mengajak semua pihak menyadari bahwa desa akan maju apabila pemerintah dan masyarakat saling mendengar serta saling merangkul. Sportivitas yang kita lihat di lapangan harus menjadi inspirasi dalam menjaga keadilan di tengah kehidupan bermasyarakat,” ujar Gus Azis.»

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa GSIP tetap berkomitmen menjalankan fungsi kontrol sosial secara objektif, profesional, dan bertanggung jawab.

«”GSIP tidak pernah memusuhi pemerintah. Yang kami lawan adalah segala bentuk ketidakadilan dan kedzoliman. Ketika ada kebijakan yang perlu diperbaiki, kami akan menyampaikan kritik secara santun dan berdasarkan fakta. Namun ketika pemerintah dan masyarakat melaksanakan kegiatan positif yang bermanfaat, sudah menjadi kewajiban kami untuk hadir, memberikan dukungan, dan membangun kolaborasi. Amar ma’ruf nahi mungkar harus berjalan berdampingan dengan semangat gotong royong demi mewujudkan kemajuan bersama,” tegasnya.»

Menurut GSIP, menjaga hubungan harmonis dengan pemerintah desa tidak berarti mengurangi independensi dalam menjalankan fungsi pengawasan. Sebaliknya, komunikasi yang terbuka diyakini menjadi jalan terbaik untuk menghadirkan solusi, memperbaiki tata kelola pemerintahan, memperkuat pelayanan publik, dan meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap penyelenggaraan pemerintahan desa.

Panitia Trofeo Putra Mulya juga memperoleh apresiasi atas keberhasilannya menyelenggarakan kegiatan yang tidak hanya menjadi ajang kompetisi olahraga, tetapi juga mampu menyatukan berbagai elemen masyarakat dalam suasana penuh kekeluargaan, persatuan, dan semangat gotong royong.

GSIP Sidoarjo berharap Trofeo Putra Mulya dapat menjadi agenda positif yang terus berlanjut setiap tahun sebagai media pembinaan generasi muda, pencarian bibit-bibit atlet sepak bola berbakat, serta wadah mempererat hubungan antara pemerintah desa, organisasi kemasyarakatan, tokoh agama, tokoh pemuda, dan seluruh lapisan masyarakat.

Mengusung semangat “Kritik untuk Perbaikan, Silaturahmi untuk Kebersamaan”, kehadiran GSIP Sidoarjo dalam pembukaan Trofeo Putra Mulya menjadi refleksi bahwa ketegasan dalam mengawal keadilan tidak harus dibangun melalui konfrontasi. Sebaliknya, dialog yang terbuka, kolaborasi yang erat, serta kepedulian terhadap kepentingan masyarakat merupakan fondasi utama dalam mewujudkan Desa Mulyodadi yang semakin maju, harmonis, berdaya saing, serta berlandaskan nilai-nilai persatuan dan keadilan sosial (Dd).

Tagged:

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Social media & sharing icons powered by UltimatelySocial
error

Enjoy this blog? Please spread the word :)