Home / PEMERINTAHAN / Gelombang Pembentukan Aparatur Baru Dimulai: 59 Taruna Poltekimipas Jatim Masuk UPT, Kakanwil Ditjenpas Jatim Tegaskan Realitas Lapangan Lebih Keras dari Teori

Gelombang Pembentukan Aparatur Baru Dimulai: 59 Taruna Poltekimipas Jatim Masuk UPT, Kakanwil Ditjenpas Jatim Tegaskan Realitas Lapangan Lebih Keras dari Teori

SIDOARJO –HIGHLIGHT NEWS ID Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Jawa Timur Kanwil Ditjenpas Jawa Timur menerima kedatangan 59 Taruna Politeknik Imigrasi dan Pemasyarakatan Poltekimipas Angkatan 58 dan 59 yang akan melaksanakan Praktik Kerja Lapangan (PKL) dan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di sejumlah Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pemasyarakatan di Jawa Timur. Kegiatan penghadapan awal tersebut digelar pada Jumat (19/6/2026) di Aula Rumah Tahanan Negara Kelas I Surabaya Rutan Kelas I Surabaya.

Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Jawa Timur Kusnali, bersama jajaran pejabat struktural Kanwil serta Kepala Rutan Kelas I Surabaya. Agenda tersebut menjadi langkah awal penempatan para taruna sebelum diterjunkan ke berbagai satuan kerja pemasyarakatan di Jawa Timur untuk menjalani pembelajaran langsung berbasis praktik di lapangan.

Dalam arahannya, Kusnali menegaskan bahwa PKL dan KKN bukan sekadar agenda akademik, melainkan fase krusial dalam proses pembentukan karakter calon aparatur pemasyarakatan. Ia menekankan bahwa dunia pemasyarakatan menuntut disiplin tinggi, keteguhan moral, serta kemampuan adaptasi terhadap situasi kerja yang dinamis, kompleks, dan penuh tekanan.

Ia menyampaikan bahwa pengalaman di lapangan merupakan ujian nyata yang tidak dapat digantikan oleh teori di ruang kelas, karena pada kondisi tersebut seluruh nilai integritas, tanggung jawab, dan profesionalisme akan diuji secara langsung.

“Realitas lapangan jauh lebih keras daripada teori. Di sana kalian akan benar-benar diuji dalam sikap, disiplin, dan integritas,” tegas Kusnali.

Selain itu, ia mengingatkan para taruna untuk selalu menjaga etika, disiplin, serta nama baik institusi selama menjalani penempatan di masing-masing UPT Pemasyarakatan. Menurutnya, setiap tindakan sekecil apa pun akan menjadi cerminan kualitas pribadi sekaligus gambaran kesiapan mereka sebagai calon aparatur pemasyarakatan.

Lebih jauh, Kusnali menegaskan bahwa pengalaman langsung di lingkungan kerja pemasyarakatan akan menjadi fondasi utama dalam membentuk sumber daya manusia yang profesional, akuntabel, dan berorientasi pada pelayanan publik. Ia kembali menekankan bahwa PKL dan KKN merupakan “sekolah karakter” yang tidak dapat digantikan oleh pembelajaran teoritis di bangku pendidikan.

Suasana kegiatan berlangsung tertib, hangat, dan penuh antusiasme. Para taruna menerima pembekalan awal terkait teknis pelaksanaan PKL dan KKN, termasuk pemahaman menyeluruh mengenai tugas pemasyarakatan yang mencakup pembinaan warga binaan, pengamanan, serta pelayanan di lingkungan UPT.

Dengan dimulainya penempatan ini, diharapkan 59 taruna Poltekimipas Angkatan 58 dan 59 mampu menyerap pengalaman nyata di lapangan, memperkuat kompetensi akademik, serta membentuk karakter pengabdian sebagai calon aparatur pemasyarakatan yang siap menghadapi tantangan tugas negara secara profesional dan berintegritas (Dd).

Tagged:

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Social media & sharing icons powered by UltimatelySocial
error

Enjoy this blog? Please spread the word :)