Home / PEMERINTAHAN / Digembleng Seharian Hingga Tengah Malam di Lapas Surabaya, 15 Petugas Baru Resmi Dibentuk: Karutan Surabaya Tegaskan Mental Hanya Tumbuh dari Tekanan Lapangan

Digembleng Seharian Hingga Tengah Malam di Lapas Surabaya, 15 Petugas Baru Resmi Dibentuk: Karutan Surabaya Tegaskan Mental Hanya Tumbuh dari Tekanan Lapangan

Sidoarjo –Highlight News Id Kedisiplinan dan kesiapsiagaan kembali ditegaskan sebagai fondasi utama dalam pelaksanaan tugas pemasyarakatan yang memiliki peran strategis dalam menjaga stabilitas keamanan sekaligus mengoptimalkan pembinaan warga binaan di rumah tahanan. Penegasan tersebut tercermin dalam pelaksanaan tradisi pembaretan bagi 15 PNS dan Calon PNS Rutan Kelas I Surabaya yang digelar di Lapas Kelas I Surabaya, Kamis (18/6/2026).

Kegiatan pembinaan ini dipimpin langsung oleh Kepala Rutan Kelas I Surabaya, Tristiantoro Adi Wibowo, dengan melibatkan CPNS Pemasyarakatan se-Koordinator Wilayah (Korwil) Surabaya. Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung padat dan berkesinambungan sejak pagi hingga larut malam, menandai proses penempaan yang tidak hanya bersifat formalitas, tetapi juga menyentuh aspek mental, fisik, dan kedisiplinan secara menyeluruh dan terukur.

Tristiantoro menegaskan bahwa pembaretan merupakan bagian dari sistem pembinaan berlapis yang dirancang untuk membentuk karakter petugas pemasyarakatan yang siap menghadapi tantangan tugas di lapangan. Ia menekankan bahwa dunia pemasyarakatan menuntut lebih dari sekadar kemampuan teknis, tetapi juga ketangguhan mental yang hanya dapat terbentuk melalui pengalaman langsung.

“Tidak ada ruang nyaman dalam pembentukan karakter petugas pemasyarakatan. Mental hanya tumbuh ketika seseorang ditempatkan dalam tekanan dan situasi nyata di lapangan,” tegas Tristiantoro Adi Wibowo.

Selain pembinaan fisik dan mental, kegiatan ini juga menjadi momentum penting untuk memperkuat komunikasi serta koordinasi antarpetugas dari berbagai Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pemasyarakatan di wilayah Surabaya. Sinergi yang dibangun sejak masa awal pembinaan diharapkan mampu memperkuat soliditas kerja dan meningkatkan efektivitas dalam mengantisipasi potensi gangguan keamanan di lingkungan pemasyarakatan.

Sepanjang kegiatan, para peserta menjalani berbagai rangkaian latihan intensif yang dirancang untuk menguji daya tahan fisik, kedisiplinan, serta kemampuan bekerja sama dalam tekanan. Ketatnya agenda yang berlangsung sejak pagi hingga malam hari menjadi gambaran nyata bahwa proses pembentukan petugas pemasyarakatan menuntut konsistensi, ketegasan, dan komitmen penuh.

Menjelang tengah malam, seluruh rangkaian kegiatan ditutup dengan prosesi renungan malam yang berlangsung khidmat di area Lapas Kelas I Surabaya. Dalam suasana hening tersebut, dilakukan pengukuhan simbolis melalui penyematan baret pemasyarakatan oleh para Kepala UPT Pemasyarakatan se-Koordinator Wilayah Surabaya.

Momen itu menandai resmi bergabungnya 15 petugas baru ke dalam barisan pemasyarakatan, sekaligus menjadi penegasan awal atas tanggung jawab besar yang kini melekat dalam diri mereka sebagai aparatur negara.

Melalui tradisi pembaretan ini, diharapkan lahir generasi petugas pemasyarakatan yang tidak hanya memiliki ketangguhan fisik, tetapi juga menjunjung tinggi integritas, loyalitas, dan profesionalisme dalam menjalankan tugas secara konsisten di lingkungan pemasyarakatan (Dd).

Tagged:

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Social media & sharing icons powered by UltimatelySocial
error

Enjoy this blog? Please spread the word :)