Sidoarjo, — Highlight News Id Transformasi besar di lingkungan pemasyarakatan Jawa Timur resmi memasuki babak baru. Pergantian kepemimpinan Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) Jawa Timur dari Kadiyono kepada Kusnali menjadi momentum strategis yang menandai dimulainya penguatan tata kelola pemasyarakatan yang lebih profesional, adaptif, humanis, dan berintegritas. Momen penting tersebut berlangsung dalam acara pisah sambut yang digelar secara khidmat di Aula MD Arifin Lapas Kelas I Surabaya, Rabu (17/06/2026).
Kegiatan tersebut dihadiri oleh berbagai unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dan pemangku kepentingan strategis, di antaranya perwakilan Gubernur Jawa Timur, Kapolda Jawa Timur, Kepala Kejaksaan Tinggi Jawa Timur, Ketua Pengadilan Tinggi, Kepala BNN Provinsi Jawa Timur, Kepala Kantor Wilayah Hukum Jawa Timur, Kepala Kantor Wilayah HAM Jawa Timur, Kepala Kantor Wilayah Ditjen Imigrasi Jawa Timur, Bupati Sidoarjo, Kapolres Sidoarjo, serta sejumlah mitra strategis pemasyarakatan. Kehadiran para pemimpin lintas sektor tersebut menjadi simbol kuatnya dukungan terhadap pembangunan sistem pemasyarakatan yang semakin modern dan berorientasi pelayanan publik.
Dalam sambutan perpisahannya, Kadiyono menyampaikan apresiasi mendalam kepada seluruh jajaran pemasyarakatan Jawa Timur yang selama ini telah menunjukkan dedikasi tinggi dalam menjaga stabilitas organisasi, meningkatkan kualitas pelayanan, memperkuat pembinaan warga binaan, serta menjaga keamanan dan ketertiban di seluruh Unit Pelaksana Teknis (UPT). Ia menegaskan bahwa berbagai capaian yang berhasil diraih merupakan hasil kerja kolektif yang harus terus dijaga dan dikembangkan oleh kepemimpinan yang baru.
Usai prosesi serah terima jabatan, Kepala Kantor Wilayah Ditjenpas Jawa Timur yang baru, Kusnali, langsung bergerak cepat melakukan konsolidasi dengan memberikan pengarahan dan penguatan kepada seluruh Kepala UPT Pemasyarakatan se-Jawa Timur. Langkah tersebut menjadi sinyal kuat bahwa akselerasi program kerja dan penguatan kinerja organisasi menjadi prioritas utama dalam kepemimpinannya.
Dalam arahannya, Kusnali menegaskan bahwa seluruh jajaran pemasyarakatan harus memiliki komitmen yang sama dalam mendukung pelaksanaan 15 Program Akselerasi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan Republik Indonesia sebagai roadmap transformasi pemasyarakatan nasional. Program tersebut dinilai menjadi instrumen penting dalam mempercepat reformasi birokrasi, meningkatkan kualitas pelayanan publik, memperkuat pembinaan warga binaan, meningkatkan keamanan dan ketertiban, serta membangun tata kelola organisasi yang lebih transparan dan akuntabel.
Selain itu, Kusnali kembali menegaskan pentingnya implementasi Tiga Kunci Pemasyarakatan Maju yang selama ini menjadi fondasi dalam membangun sistem pemasyarakatan yang aman dan terpercaya. Tiga prinsip tersebut meliputi menjaga kekompakan dan kebersamaan antarpetugas, memberikan hak-hak warga binaan secara utuh tanpa penyimpangan maupun praktik yang bertentangan dengan ketentuan, serta melaksanakan tugas dan fungsi sebagai Aparatur Sipil Negara secara profesional, benar, dan penuh tanggung jawab.
Menurut Kusnali, keberhasilan pemasyarakatan tidak hanya ditentukan oleh regulasi dan program kerja yang baik, tetapi juga sangat bergantung pada integritas, loyalitas, kedisiplinan, serta kesungguhan seluruh jajaran dalam menjalankan tugas. Oleh karena itu, ia mengajak seluruh insan pemasyarakatan Jawa Timur untuk memperkuat soliditas organisasi, membangun budaya kerja yang berorientasi pada pelayanan, dan menjaga kepercayaan publik terhadap institusi pemasyarakatan.
Momentum pergantian kepemimpinan tersebut juga mendapat perhatian penuh dari Kepala Lapas Kelas I Surabaya, Sohibur Rachman. Sebagai tuan rumah kegiatan, ia menegaskan komitmen kuat jajarannya untuk mendukung seluruh kebijakan dan program strategis yang akan dijalankan oleh Kusnali dalam memimpin pemasyarakatan Jawa Timur.
“Kami siap mendukung seluruh program dan arahan yang diberikan demi meningkatkan kualitas layanan, pembinaan, dan pengamanan bagi warga binaan. Sinergi dan kolaborasi akan terus kami perkuat untuk mewujudkan pemasyarakatan yang semakin profesional, humanis, dan berintegritas,” tegas Sohibur Rachman.
Menurutnya, kepemimpinan baru merupakan momentum penting untuk memperkuat semangat perubahan di seluruh jajaran pemasyarakatan. Dengan kolaborasi yang kuat antar-UPT serta dukungan seluruh pemangku kepentingan, berbagai program transformasi diyakini dapat berjalan lebih efektif dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
Rangkaian pisah sambut ini tidak sekadar menjadi seremoni pergantian jabatan, melainkan juga menjadi tonggak awal konsolidasi besar menuju pemasyarakatan Jawa Timur yang semakin maju. Implementasi 15 Program Akselerasi, penguatan Tiga Kunci Pemasyarakatan Maju, serta sinergi lintas sektor diharapkan mampu membawa perubahan signifikan dalam peningkatan kualitas pelayanan, pembinaan, dan pengamanan di seluruh satuan kerja pemasyarakatan.
Dengan kepemimpinan baru di bawah Kusnali, jajaran pemasyarakatan Jawa Timur optimistis mampu menjawab berbagai tantangan yang semakin kompleks, sekaligus memperkuat peran pemasyarakatan sebagai institusi yang tidak hanya menjalankan fungsi pembinaan dan pengamanan, tetapi juga menjadi bagian penting dalam mendukung pembangunan hukum, pelayanan publik, dan peningkatan kualitas sumber daya manusia menuju Indonesia yang lebih maju (Dd).






