Home / Uncategorized / 28 Buku dari Mahasiswa UNESA Masuk Rutan Gresik, Literasi Didorong Jadi Jalan Perubahan Warga Binaan

28 Buku dari Mahasiswa UNESA Masuk Rutan Gresik, Literasi Didorong Jadi Jalan Perubahan Warga Binaan

GRESIK, 9 Oktober 2026 — HIGHLIGHT NEWS ID Membuka jendela pengetahuan tidak selalu membutuhkan ruang yang luas, tetapi kesempatan untuk membaca dan belajar harus tetap tersedia bagi setiap orang. Semangat inilah yang tercermin dalam donasi 28 buku bacaan dari mahasiswa magang Universitas Negeri Surabaya (UNESA) kepada Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Gresik, Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Jawa Timur, Jumat (9/10/2026).

Bantuan tersebut menjadi bentuk kepedulian mahasiswa terhadap peningkatan literasi sekaligus dukungan konkret bagi pelaksanaan pembinaan kepribadian warga binaan. Kehadiran buku-buku baru di lingkungan rutan diharapkan mampu memperluas akses terhadap pengetahuan, menumbuhkan minat baca, serta mendorong warga binaan memanfaatkan waktu dengan kegiatan yang produktif dan bermanfaat.

Di tengah proses pembinaan, literasi memiliki peran penting dalam membuka kesempatan bagi seseorang untuk terus belajar, memperluas wawasan, dan mengembangkan potensi diri. Melalui bahan bacaan yang tersedia, warga binaan diharapkan memperoleh ruang untuk mengenal berbagai pengetahuan baru sekaligus membangun kebiasaan positif yang dapat dibawa ketika kembali ke tengah masyarakat.

Donasi buku, dukungan nyata bagi pembinaan kepribadian

Bantuan 28 buku bacaan tersebut bukan sekadar penambahan koleksi perpustakaan atau bahan bacaan di lingkungan rutan. Lebih dari itu, donasi ini menjadi bentuk dukungan terhadap upaya menciptakan suasana pembinaan yang semakin edukatif dan mendorong warga binaan untuk terus mengembangkan diri.

Akses terhadap buku memberikan kesempatan bagi warga binaan untuk memanfaatkan waktu luang secara lebih bermakna. Membaca dapat membantu memperkaya kosakata, meningkatkan pemahaman terhadap informasi, melatih kemampuan berpikir kritis, serta memperluas perspektif dalam memandang kehidupan.

Dengan tersedianya bahan bacaan yang beragam, warga binaan diharapkan semakin terdorong menjadikan membaca sebagai bagian dari rutinitas sehari-hari. Kebiasaan tersebut juga dapat menjadi pintu masuk untuk mempelajari keterampilan, memahami nilai-nilai positif, dan mempersiapkan diri menghadapi kehidupan setelah menyelesaikan masa pembinaan.

Dhimas Isdwiyono apresiasi kepedulian mahasiswa UNESA

Kepala Rutan Gresik, Dhimas Isdwiyono, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada mahasiswa magang UNESA atas kepedulian serta kontribusi yang diberikan untuk mendukung program pembinaan warga binaan.

Menurutnya, donasi buku merupakan bentuk dukungan yang tepat sasaran karena dapat dimanfaatkan untuk memperkaya wawasan, mengisi waktu luang dengan kegiatan positif, serta menunjang proses pembinaan kepribadian.

“Kami sangat menyambut baik donasi buku dari mahasiswa magang UNESA yang dinilai tepat sasaran. Dengan ketersediaan bahan bacaan yang semakin beragam, diharapkan dapat memperluas wawasan warga binaan, mengisi waktu luang dengan kegiatan positif, serta menjadi salah satu instrumen penting dalam proses rehabilitasi dan persiapan reintegrasi sosial setelah mereka bebas nanti,” terang Dhimas.

Pernyataan tersebut menegaskan bahwa pembinaan warga binaan memerlukan dukungan berbagai pihak, termasuk institusi pendidikan dan masyarakat. Kontribusi berupa buku bacaan menjadi salah satu bentuk partisipasi yang dapat membantu menciptakan lingkungan pembinaan yang lebih terbuka terhadap pengetahuan dan pembelajaran.

Literasi sebagai bekal membangun kehidupan yang lebih baik

Keberadaan buku di lingkungan pemasyarakatan diharapkan tidak berhenti sebagai fasilitas pendukung, tetapi berkembang menjadi sarana pembelajaran yang dimanfaatkan secara berkelanjutan.

Melalui kegiatan membaca, warga binaan memiliki kesempatan untuk memperluas cara pandang, memperoleh informasi yang bermanfaat, dan mengembangkan kemampuan diri. Pengetahuan yang diperoleh dapat menjadi bekal untuk membangun kebiasaan positif serta mempersiapkan langkah setelah kembali ke lingkungan keluarga dan masyarakat.

Namun, tumbuhnya budaya literasi tentu membutuhkan dorongan yang konsisten. Ketersediaan bahan bacaan perlu diiringi dengan upaya membangun kebiasaan membaca dan menciptakan lingkungan yang mendukung kegiatan belajar. Dengan demikian, buku dapat memberikan manfaat lebih besar dalam menunjang proses pembinaan.

Donasi dari mahasiswa magang UNESA juga memperlihatkan bahwa kepedulian terhadap warga binaan dapat diwujudkan melalui langkah sederhana yang memiliki nilai jangka panjang. Dukungan dunia pendidikan terhadap pengembangan literasi menjadi salah satu bentuk sinergi yang relevan dalam memperkuat kualitas sumber daya manusia.

Sinergi dunia pendidikan dan pemasyarakatan terus diperkuat

Rutan Gresik berkomitmen untuk terus mengoptimalkan program pembinaan yang edukatif, produktif, dan bermanfaat bagi warga binaan. Penerimaan 28 buku bacaan tersebut diharapkan menjadi tambahan dukungan dalam menumbuhkan budaya belajar serta memperkuat pelaksanaan pembinaan kepribadian.

Kolaborasi antara institusi pemasyarakatan dan dunia pendidikan memiliki arti penting karena proses pembinaan tidak hanya berkaitan dengan pelaksanaan aturan selama menjalani masa tahanan, tetapi juga dengan upaya mempersiapkan warga binaan agar mampu kembali menjalani kehidupan sosial secara lebih baik.

Melalui dukungan literasi, warga binaan diharapkan memiliki kesempatan untuk terus belajar, memperkaya pengetahuan, dan membangun pola pikir yang lebih positif. Sementara itu, keterlibatan mahasiswa menjadi contoh bahwa kontribusi terhadap pembinaan dapat dimulai dari kepedulian dan tindakan nyata.

Pada akhirnya, 28 buku yang disumbangkan mahasiswa magang UNESA membawa pesan bahwa kesempatan untuk belajar dan memperbaiki diri harus terus dibuka. Dari lembar demi lembar bacaan, Rutan Gresik berharap tumbuh wawasan baru, kebiasaan positif, dan semangat perubahan yang menjadi bekal warga binaan untuk menata masa depan serta kembali berkontribusi di tengah masyarakat (Dd).

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Social media & sharing icons powered by UltimatelySocial
error

Enjoy this blog? Please spread the word :)