Home / PEMERINTAHAN / 167 WBP Disaring Ketat, Rutan Surabaya Jadikan Integritas Syarat Utama Calon Tamping

167 WBP Disaring Ketat, Rutan Surabaya Jadikan Integritas Syarat Utama Calon Tamping

SIDOARJO—HIGHLIGHT NEWS ID Kepercayaan di balik jeruji tidak diberikan begitu saja. Sebanyak 167 warga binaan pemasyarakatan (WBP) Rutan Kelas I Surabaya harus melewati penyaringan sebelum berpeluang dipercaya menjadi tamping pekerja.

Proses seleksi tersebut dilakukan melalui sidang Tim Pengamat Pemasyarakatan (TPP), Jumat (4/9/2026). Mekanisme ini menjadi langkah penting untuk memastikan warga binaan yang nantinya membantu kegiatan operasional rutan benar-benar memiliki perilaku baik dan mampu menjalankan tanggung jawab yang diberikan.

Sidang berlangsung di Aula Kantor Teknis Rutan Surabaya. Delapan anggota TPP mencermati berkas para pendaftar dan melakukan proses penilaian terhadap calon yang telah masuk dalam daftar usulan.

Dari total 167 WBP yang diusulkan, 45 perwakilan dihadirkan secara langsung untuk mengikuti wawancara dan verifikasi faktual. Tahapan ini dilakukan untuk memastikan data dan informasi mengenai calon tamping sesuai dengan kondisi sebenarnya.

Seleksi tersebut menjadi krusial karena tamping pekerja memiliki keterlibatan langsung dalam aktivitas sehari-hari di lingkungan rutan. Pekerjaan yang dijalankan dapat mencakup kebersihan lingkungan, kegiatan dapur, hingga perawatan fasilitas.

Dengan ruang lingkup tugas tersebut, warga binaan yang dipercaya menjadi tamping harus mampu menunjukkan kedisiplinan, tanggung jawab, serta perilaku yang baik. Kepercayaan yang diberikan tidak boleh berubah menjadi celah untuk melakukan pelanggaran maupun penyalahgunaan kewenangan.

Karena itu, proses wawancara dan verifikasi faktual dilakukan secara ketat. Hasilnya menjadi bahan pertimbangan bagi seluruh anggota TPP sebelum nama calon ditetapkan.

Bukan sekadar siapa yang diusulkan, tetapi siapa yang benar-benar layak dipercaya.

Setelah melalui pembahasan dan mendapatkan persetujuan seluruh anggota TPP, nama-nama yang dinyatakan lolos akan melanjutkan ke tahap penetapan resmi sebagai tamping pekerja.

Meski telah ditetapkan, pengawasan terhadap tamping tetap menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari pelaksanaan tugas. Rutan Kelas I Surabaya memastikan pengawasan berjalan selama mereka menjalankan pekerjaan untuk mencegah potensi penyalahgunaan kepercayaan.

Langkah tersebut menunjukkan bahwa pembinaan warga binaan dilakukan dengan tetap mempertahankan aspek keamanan dan ketertiban. Kesempatan untuk bekerja dan membantu aktivitas operasional diberikan kepada mereka yang dinilai layak, tetapi tetap berada dalam koridor pengawasan.

Bagi warga binaan, menjadi tamping bukan hanya kesempatan menjalankan aktivitas positif. Posisi tersebut juga menjadi ruang untuk membuktikan bahwa kepercayaan dapat dijawab dengan kedisiplinan dan tanggung jawab.

Sidang TPP Rutan Kelas I Surabaya akhirnya menegaskan pesan sederhana namun penting: kepercayaan harus diseleksi, tanggung jawab harus dibuktikan, dan setiap tamping tetap berada dalam pengawasan (Dd).

Tagged:

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Social media & sharing icons powered by UltimatelySocial
error

Enjoy this blog? Please spread the word :)