GRESIK —HIGHLIGHT NEWS ID Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Gresik Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Jawa Timur terus memperkuat pembinaan warga binaan melalui pembiasaan disiplin yang dimulai dari aktivitas sehari-hari. Salah satu langkah tersebut diwujudkan melalui pembagian baju DIS kepada para tahanan pada Rabu (19/8/2026).
Kegiatan tersebut tidak hanya diarahkan untuk memenuhi kebutuhan sandang warga binaan, tetapi juga menjadi bagian dari upaya menciptakan lingkungan hunian yang tertib, rapi, bersih, dan sesuai ketentuan.
Pembagian baju DIS dilaksanakan oleh Kepala Sub Seksi Pengelolaan, Ryan Wilda Rachman Faraby, bersama Kepala Kesatuan Pengamanan Rutan (KPR), Virga Indrawan, dan jajaran petugas.
Sebelum pembagian berlangsung, Virga Indrawan bersama jajaran staf KPR melakukan pendataan langsung dengan berkeliling ke kamar-kamar hunian. Pendataan dilakukan untuk memastikan para tahanan yang menjadi sasaran penerima tercatat secara baik serta mendapatkan pakaian sesuai kebutuhannya.
Setelah pendataan selesai, para tahanan diarahkan menuju Aula Dalam Rutan Gresik. Baju DIS kemudian dibagikan secara langsung oleh Ryan Wilda Rachman Faraby bersama jajaran petugas.
Pemenuhan Hak yang Dibarengi Pembinaan Disiplin
Rutan Gresik menempatkan pembagian pakaian khusus tersebut sebagai bagian dari pemenuhan hak warga binaan yang diberikan negara. Namun, penggunaan pakaian sesuai ketentuan juga memiliki fungsi penting dalam mendukung tata tertib dan membangun pola kehidupan yang disiplin serta teratur.
Ryan Wilda Rachman Faraby memberikan arahan agar seluruh penerima menjaga baju DIS dengan baik. Pakaian harus digunakan sesuai peruntukannya, dijaga kebersihannya, serta dirawat agar tetap layak digunakan.
“Kami berpesan kepada seluruh tahanan untuk menjaga dan merawat baju DIS yang telah diberikan. Gunakan dengan baik, jaga kebersihannya, dan jangan sampai rusak atau hilang. Kerapian dalam berpakaian merupakan salah satu bentuk kedisiplinan yang perlu dibiasakan selama berada di Rutan,” ujar Ryan.
Pesan tersebut menjadi bagian dari pembiasaan agar warga binaan memahami bahwa kedisiplinan dapat dimulai dari hal sederhana, termasuk merawat pakaian dan menjaga kebersihan diri serta lingkungan.
Dhimas Isdwiyono: Kebiasaan Kecil Membentuk Karakter
Kepala Rutan Gresik, Dhimas Isdwiyono, menegaskan bahwa pembagian baju DIS bukan sekadar pemenuhan kebutuhan sandang.
Menurutnya, kegiatan tersebut merupakan bagian dari pembinaan untuk membangun kerapian, kedisiplinan, kepatuhan terhadap aturan, sekaligus rasa tanggung jawab warga binaan.
“Pembagian baju DIS ini merupakan bentuk perhatian dan pemenuhan hak warga binaan sekaligus menjadi sarana untuk membangun kedisiplinan dan kerapian. Kami ingin membiasakan warga binaan untuk tertib dalam berpakaian, menjaga barang yang menjadi tanggung jawabnya, serta menaati aturan yang berlaku,” tutur Dhimas.
Ia menambahkan, proses pembentukan karakter tidak selalu harus melalui kegiatan besar. Kebiasaan menjaga kebersihan dan kerapian pakaian dapat menjadi latihan sederhana untuk membangun sikap hidup yang lebih teratur.
“Hal-hal sederhana seperti menjaga kebersihan dan kerapian pakaian memiliki nilai pembinaan. Kami berharap warga binaan dapat merawat fasilitas dan perlengkapan yang diberikan, serta menjadikan kedisiplinan sebagai kebiasaan positif yang nantinya dapat diterapkan ketika kembali ke tengah masyarakat,” tambahnya.
Disiplin Hari Ini, Bekal untuk Kembali ke Masyarakat
Rutan Gresik terus mendorong pembinaan yang berorientasi pada perubahan perilaku. Kedisiplinan, kebersihan, kerapian, kepatuhan terhadap tata tertib, serta tanggung jawab terhadap barang yang digunakan menjadi bagian dari nilai yang dibiasakan selama warga binaan menjalani masa penahanan.
Pembiasaan tersebut diharapkan tidak berhenti di dalam lingkungan rutan. Nilai-nilai positif itu diharapkan dapat terbawa ketika warga binaan menyelesaikan masa penahanan dan kembali menjalani kehidupan di tengah masyarakat.
Melalui kegiatan pembagian baju DIS, Rutan Gresik menegaskan komitmennya untuk terus memenuhi hak warga binaan sekaligus memperkuat pembinaan yang berorientasi pada kedisiplinan, ketertiban, kebersihan, dan tanggung jawab.
Dengan demikian, pembagian baju DIS memiliki makna lebih luas daripada sekadar pemberian pakaian.
Dari pakaian yang rapi lahir kebiasaan disiplin. Dari kebiasaan disiplin tumbuh tanggung jawab. Dan dari tanggung jawab itulah diharapkan lahir bekal positif bagi warga binaan untuk kembali ke masyarakat (Dd).






