SIDOARJO, JAWA TIMUR — HIGHLIGHT NEWS ID Upaya membawa pelaku UKM, UMKM, dan ekonomi kreatif Jawa Timur naik kelas mulai diarahkan pada sebuah panggung yang lebih besar. Melalui “The Biggest Culture of Jatim UKM/UMKM & Ekraf Fiesta 2026”, Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) Jatim menggagas sebuah ruang strategis yang mempertemukan kekayaan budaya, kreativitas masyarakat, dan kekuatan ekonomi kerakyatan.
Gelaran tersebut direncanakan berlangsung selama tiga hari, 30 dan 31 Oktober serta 1 November 2026, di Pancoran Park, Kabupaten Banyuwangi.
Kegiatan ini mengusung tema “Jatim Unggul, Maju, Berkelanjutan” dan ditempatkan dalam momentum Hari Jadi ke-81 Pemerintah Provinsi Jawa Timur Tahun 2026.
Dalam pelaksanaan kegiatan, Dwi Yulis selaku Direktur CV Kalinda Sukses Bersama bertindak sebagai Event Organizer (EO) utama.
Ketua MAKI Jatim Koorwil Provinsi Jawa Timur, Heru Satriyo, S.Ip, menyampaikan konsep tersebut pada Jumat (11/9/2026). Menurutnya, agenda ini tidak dirancang sebatas menjadi tempat memajang dan menjual produk, tetapi harus mampu menjadi ruang pertemuan antara potensi budaya Jawa Timur dengan pelaku usaha serta ekonomi kreatif.
Heru menyebut gelaran tersebut merupakan aktualisasi positif antara MAKI Jatim secara kelembagaan dengan Ibunda Hj. Haliyatul Istiqomah selaku pemilik Pancoran Park.
“Pameran ini merupakan aktualisasi positif antara MAKI Jatim secara kelembagaan dan Ibunda Hj. Haliyatul Istiqomah, pemilik Pancoran Park, dalam rangka mengusung isu utama berkaitan dengan pelaku usaha UKM, UMKM dan Ekraf bisa naik kelas menuju pasar global,” ujar Heru.
80 Booth Diproyeksikan Jadi Etalase Besar Produk Jatim
Salah satu kekuatan utama dalam konsep kegiatan tersebut adalah penyediaan 80 booth menggunakan tenda Sarnafil berukuran 3 x 3 meter.
Puluhan ruang pamer tersebut diproyeksikan menjadi etalase bagi berbagai produk unggulan Jawa Timur. Pelaku UKM, UMKM, dan ekonomi kreatif dapat memanfaatkannya untuk memperkenalkan produk, membangun branding, memperluas promosi, sekaligus menciptakan jaringan pasar.
Bagi Heru, Jawa Timur mempunyai modal besar untuk mengembangkan ekonomi kreatif. Kekuatan itu tidak hanya berasal dari banyaknya pelaku usaha, tetapi juga dari kekayaan budaya, tradisi, kerajinan, produk lokal, kreativitas, dan inovasi masyarakat yang tersebar di berbagai daerah.
Potensi tersebut, menurutnya, harus mampu diolah menjadi kekuatan ekonomi yang memberikan nilai tambah bagi masyarakat.
“Jawa Timur memiliki kekayaan budaya yang luar biasa. Kekayaan tersebut harus mampu menjadi kekuatan ekonomi yang memberikan nilai tambah bagi masyarakat,” menjadi salah satu semangat yang dikedepankan dalam kegiatan tersebut.
Budaya Didorong Menjadi Identitas dan Nilai Ekonomi
Konsep The Biggest Culture of Jatim UKM/UMKM & Ekraf Fiesta 2026 mempertemukan dua kekuatan besar Jawa Timur, yakni warisan budaya dan ekonomi kreatif.
Budaya tidak hanya dipandang sebagai warisan yang wajib dilestarikan. Lebih dari itu, budaya dapat menjadi identitas dan daya pembeda yang memperkuat karakter suatu produk.
Produk yang mempunyai sentuhan budaya lokal dapat memiliki cerita, karakter, dan keunikan tersendiri. Hal tersebut menjadi modal penting dalam membangun branding di tengah persaingan pasar yang semakin luas.
Di sisi lain, pelaku UKM dan UMKM membutuhkan ruang promosi, jaringan, inovasi, peningkatan kualitas, penguatan merek, perbaikan kemasan, serta akses pasar.
Ketika kekuatan budaya dipadukan dengan kreativitas dan inovasi, produk lokal diharapkan tidak hanya semakin dikenal, tetapi juga memiliki nilai ekonomi dan daya saing yang lebih tinggi.
Kreativitas masyarakat pun diharapkan tidak berhenti sebagai karya. Kreativitas harus berkembang menjadi produk yang memiliki kualitas, nilai tambah, pasar, dan kemampuan untuk menjangkau konsumen di luar daerah.
MAKI Jatim Dorong UMKM Berani Menembus Pasar Lebih Luas
MAKI Jatim menilai keberhasilan sebuah pameran tidak semestinya hanya dilihat dari besarnya transaksi selama acara berlangsung.
Lebih penting adalah bagaimana kegiatan tersebut mampu meninggalkan jejaring dan peluang usaha jangka panjang.
Mulai dari memperluas jaringan bisnis, memperkuat merek, meningkatkan kualitas produk, memperbaiki kemasan, memperluas promosi hingga membuka akses menuju pasar nasional dan internasional.
Heru menekankan pentingnya keberanian pelaku usaha Jawa Timur untuk keluar dari zona pasar lokal.
Produk yang lahir dari berbagai daerah di Jawa Timur harus diberikan kesempatan untuk berkembang menjadi produk yang mempunyai kualitas dan daya saing sehingga mampu berhadapan dengan pasar nasional maupun global.
Untuk mewujudkan hal tersebut, kreativitas harus berjalan bersama inovasi, kualitas, profesionalitas, dan pengelolaan usaha yang semakin baik.
Identitas budaya menjadi kekuatan pembeda, sementara inovasi menjadi kunci agar produk tetap relevan, adaptif, dan kompetitif.
Banyuwangi Disiapkan Menjadi Titik Temu Ekraf Jawa Timur
Pancoran Park Kabupaten Banyuwangi dipilih sebagai lokasi kegiatan dengan konsep yang memadukan budaya, kreativitas, promosi produk, dan aktivitas ekonomi masyarakat.
Selama tiga hari pelaksanaan yang direncanakan pada 30 Oktober, 31 Oktober, dan 1 November 2026, kegiatan tersebut diharapkan menjadi ruang interaksi antara pelaku usaha, masyarakat, dan berbagai pihak yang memiliki perhatian terhadap perkembangan UKM, UMKM, dan ekonomi kreatif.
Sebanyak 80 booth akan menjadi bagian penting dari panggung tersebut.
Produk dan kreativitas dari berbagai daerah diharapkan dapat tampil dalam satu etalase sehingga masyarakat dapat melihat langsung keberagaman potensi ekonomi kreatif Jawa Timur.
Namun, orientasinya tidak berhenti ketika kegiatan berakhir.
Jejaring yang terbentuk selama pameran diharapkan dapat berkembang menjadi peluang kerja sama, membuka akses pasar baru, memperluas pemasaran, serta mendorong pelaku usaha meningkatkan skala bisnis.
Hari Jadi ke-81 Jatim Jadi Momentum Penguatan Ekonomi Rakyat
Gelaran tersebut juga ditempatkan dalam rangka memperingati Hari Jadi ke-81 Pemerintah Provinsi Jawa Timur Tahun 2026.
Tema “Jatim Unggul, Maju, Berkelanjutan” menjadi semangat untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang memberikan ruang lebih besar kepada masyarakat dalam mengembangkan kreativitas, inovasi, dan kewirausahaan.
Bagi MAKI Jatim, penguatan ekonomi masyarakat harus berjalan seiring dengan pembangunan yang berkelanjutan.
UKM, UMKM, dan ekonomi kreatif merupakan bagian penting dari kekuatan ekonomi daerah. Karena itu, berbagai potensi masyarakat perlu memperoleh ruang untuk tumbuh, berkembang, memperkuat daya saing, dan memasuki pasar yang lebih luas.
Dari Potensi Lokal, Menuju Panggung Global
Pada akhirnya, The Biggest Culture of Jatim UKM/UMKM & Ekraf Fiesta 2026 diharapkan tidak berhenti sebagai agenda pameran.
Kegiatan tersebut diarahkan menjadi momentum untuk membangun optimisme sekaligus membuka peluang baru bagi produk lokal Jawa Timur untuk naik kelas.
Dari Banyuwangi, semangat tersebut diharapkan berkembang menjadi gerakan yang lebih luas bagi pelaku UKM, UMKM, dan ekonomi kreatif di seluruh Jawa Timur.
Sebab, keunggulan Jawa Timur bukan hanya terletak pada kekayaan budaya yang diwariskan dari generasi ke generasi. Keunggulan tersebut akan semakin bermakna ketika budaya mampu diterjemahkan menjadi kreativitas, inovasi, produk bernilai ekonomi, peluang usaha, serta daya saing.
Dengan semangat “Jatim Unggul, Maju, Berkelanjutan”, MAKI Jatim berharap gelaran ini dapat menjadi salah satu langkah membuka jalan bagi produk dan kreativitas masyarakat Jawa Timur untuk bergerak dari pasar lokal, naik ke panggung nasional, hingga berani menatap pasar global (Dd).






