SURABAYA, — HIGHLIGHT NEWS ID Di tengah hiruk-pikuk aktivitas pelabuhan dan lalu lintas perairan Tanjung Perak, sebuah pendekatan berbeda ditunjukkan Direktorat Kepolisian Perairan dan Udara (Ditpolairud) Polda Jawa Timur. Melalui program SABER (Saling Berbagi), kepolisian tidak hanya berbicara tentang keamanan, tetapi juga membangun kedekatan dan kepercayaan dengan masyarakat yang hidup di sekitar kawasan perairan.
Kegiatan SABER berlangsung di Jalan Kalimas Baru 2 Gang Lebar RT 001/RW 009 Nomor 1, Kecamatan Pabean Cantikan, Kelurahan Tanjung Perak, Surabaya, Jumat (4/9/2026).
Kegiatan tersebut dipimpin langsung Direktur Polairud Polda Jatim Kombes Pol. Dr. Arman Asmara Syarifuddin, S.H., S.I.K., M.H., didampingi Kabagbinopsnal Ditpolairud Polda Jatim AKBP Budi Sulistyanto, S.H., bersama jajaran personel.
SABER lahir dari gagasan bahwa keamanan tidak berdiri sendiri. Keamanan membutuhkan komunikasi, kepedulian dan hubungan yang baik dengan masyarakat. Karena itu, aktivitas berbagi ditempatkan sebagai salah satu pintu untuk memperkuat tali asih sekaligus membangun hubungan yang lebih dekat antara polisi dan warga.
Kombes Pol. Arman Asmara Syarifuddin menyampaikan bahwa SABER tidak sekadar menjadi kegiatan sosial. Program tersebut memiliki misi untuk mendekatkan kepolisian kepada masyarakat, memperkuat komunikasi dan turut menjaga keamanan serta ketertiban masyarakat (Kamtibmas) di wilayah perairan.
Pesan itu menemukan konteks kuat di Tanjung Perak.
Pabean Cantikan dan Tanjung Perak merupakan kawasan penting dalam aktivitas maritim Surabaya. Berbagai kegiatan pelayaran dan perdagangan berlangsung di kawasan tersebut. Kondisi keamanan yang kondusif karena itu memiliki arti penting, bukan hanya bagi kepolisian, tetapi juga bagi masyarakat yang menggantungkan aktivitasnya pada kawasan pesisir.
Rasa aman memberikan ruang bagi masyarakat untuk bekerja. Pedagang dapat menjalankan aktivitasnya, pekerja dapat beraktivitas, masyarakat pesisir dapat mencari penghidupan, sementara kegiatan pelayaran dan perdagangan dapat berlangsung secara tertib.
Dari sinilah hubungan antara Kamtibmas dan ekonomi menjadi sulit dipisahkan.
SABER berusaha membangun fondasi hubungan tersebut melalui pendekatan yang lebih dekat dengan masyarakat. Polisi hadir bukan hanya untuk melakukan pengamanan, tetapi juga membuka ruang komunikasi.
Ketika komunikasi berjalan, persoalan masyarakat lebih mudah disampaikan. Ketika hubungan terbangun, dukungan terhadap upaya menjaga keamanan pun semakin terbuka.
Namun, jangkauan pengabdian Ditpolairud Polda Jatim tidak berhenti di Tanjung Perak.
Semangat SABER juga diarahkan kepada masyarakat di kawasan kepulauan dan wilayah perairan yang menghadapi keterbatasan akses. Kondisi geografis menjadi tantangan yang harus dijawab dengan pola pelayanan yang sesuai.
Dalam konteks itu, kapal-kapal Polairud Polda Jatim memiliki fungsi penting sebagai sarana mendekatkan pelayanan.
Bakti sosial, bakti kemanusiaan dan pelayanan kesehatan mobile dapat dibawa melalui kapal untuk menjangkau masyarakat di wilayah perairan.
Laut tidak hanya menjadi ruang aktivitas ekonomi, tetapi juga menjadi jalur pelayanan.
Pendekatan tersebut memperlihatkan bahwa karakter wilayah perairan membutuhkan fleksibilitas. Jarak dan akses darat yang terbatas tidak semestinya membuat masyarakat kepulauan kehilangan kesempatan untuk memperoleh pelayanan.
Kabagbinopsnal Ditpolairud Polda Jatim AKBP Budi Sulistyanto, S.H., menekankan pentingnya membangun hubungan kemasyarakatan yang baik antara kepolisian dengan masyarakat.
“Hubungan kemasyarakatan dengan kepolisian harus terjalin dengan baik sehingga bisa menyesuaikan diri dengan program pemerintah. Selain itu, kami juga menjangkau pulau-pulau terluar untuk melaksanakan bakti sosial, bakti kemanusiaan, dan bakti kesehatan mobile yang disiapkan di kapal kami,” ujar AKBP Budi Sulistyanto.
Pernyataan tersebut memperlihatkan bahwa ruang pengabdian Ditpolairud memiliki cakupan yang luas. Pengamanan perairan dan penegakan hukum tetap menjadi bagian penting, namun pelayanan serta kemanusiaan juga menjadi instrumen untuk membangun kedekatan dengan masyarakat.
Kedekatan itu memiliki nilai strategis dalam menjaga Kamtibmas.
Masyarakat yang dekat dengan aparat memiliki ruang komunikasi yang lebih terbuka. Informasi mengenai persoalan di lingkungan dapat lebih cepat disampaikan, sementara kepolisian dapat memperoleh dukungan warga untuk menjaga keamanan bersama.
Artinya, keamanan tidak hanya dibangun dari atas ke bawah.
Keamanan juga membutuhkan partisipasi masyarakat.
Di kawasan maritim yang memiliki aktivitas ekonomi tinggi, partisipasi tersebut semakin penting. Pelayaran dan perdagangan membutuhkan kondisi yang aman, sementara masyarakat pesisir membutuhkan kepastian untuk menjalankan aktivitas sehari-hari.
Jika Kamtibmas terjaga, masyarakat memiliki ruang yang lebih tenang untuk bekerja. Ketika masyarakat bekerja dan berusaha, aktivitas ekonomi dapat terus bergerak.
Efek berantai inilah yang membuat pendekatan kemasyarakatan memiliki arti lebih luas.
SABER pada akhirnya tidak hanya berbicara mengenai apa yang diberikan kepada masyarakat. Program tersebut juga berbicara mengenai apa yang dibangun bersama: hubungan, komunikasi dan kepercayaan.
Bagi masyarakat pesisir dan kepulauan, kehadiran pelayanan hingga wilayah yang sulit diakses menjadi pesan bahwa jarak geografis tidak boleh menjadi batas hubungan antara negara dan masyarakat.
Pelayanan sosial, kemanusiaan serta kesehatan yang dibawa melalui sarana laut menjadi salah satu bentuk respons terhadap tantangan tersebut.
Di saat yang sama, hubungan yang semakin kuat antara Polri dan masyarakat diharapkan mendukung program pemerintah di sektor kelautan dan perairan.
Sinergi tersebut juga diharapkan menciptakan iklim yang mendukung pertumbuhan ekonomi, baik pada skala mikro maupun makro. Masyarakat yang aman memiliki ruang lebih besar untuk bekerja, berusaha dan membangun kemandirian.
Dari sana, tujuan yang lebih besar diarahkan pada terbentuknya masyarakat yang madani, sejahtera dan mandiri serta ikut mendukung visi Indonesia Emas.
Tanjung Perak kemudian menjadi lebih dari sekadar lokasi kegiatan.
Ia menjadi titik pesan bahwa membangun keamanan dapat dimulai dari hal yang sederhana: mendekat kepada masyarakat, mendengarkan persoalan mereka dan menunjukkan kepedulian.
Saling berbagi membuka pintu.
Komunikasi memperpendek jarak.
Kepercayaan memperkuat hubungan.
Dan hubungan yang kuat menjadi modal untuk menjaga Kamtibmas.
Dari pelabuhan hingga wilayah kepulauan, Ditpolairud Polda Jatim membawa pendekatan yang sama: menghadirkan pelayanan sekaligus membangun kepercayaan.
Karena bagi masyarakat perairan, keamanan bukan sekadar tidak adanya gangguan. Keamanan berarti kesempatan untuk bekerja dengan tenang, mencari penghidupan, berdagang, melaut dan menjalankan aktivitas ekonomi.
Di titik itulah SABER menemukan arti strategisnya.
Sebuah gerakan “Saling Berbagi” yang diarahkan bukan hanya untuk menghadirkan kepedulian, tetapi juga memperkuat hubungan polisi dan rakyat, memperkokoh Kamtibmas, serta memberi ruang bagi denyut kehidupan dan ekonomi masyarakat pesisir untuk terus bergerak (Dd).






