Home / PEMERINTAHAN / Integritas Diuji dari Pintu Depan hingga Ruang Binaan, Itjen Kemenimipas Dampingi Rutan Gresik Perkuat Pelayanan Bersih dan Humanis

Integritas Diuji dari Pintu Depan hingga Ruang Binaan, Itjen Kemenimipas Dampingi Rutan Gresik Perkuat Pelayanan Bersih dan Humanis

GRESIK –HIGHLIGHT NEWS ID Pembangunan Zona Integritas tidak boleh berhenti pada slogan, kelengkapan dokumen, maupun pemenuhan administrasi semata. Integritas harus diuji dan dibuktikan melalui pelayanan nyata di setiap lini. Mulai dari pintu masuk, pelayanan masyarakat, keamanan, pemenuhan kebutuhan dasar, pembinaan kemandirian hingga layanan kesehatan warga binaan, seluruhnya harus berjalan dengan prinsip profesional, transparan, akuntabel, dan humanis.

Komitmen tersebut menjadi fokus dalam kunjungan dan pendampingan Tim Inspektorat Jenderal Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kemenimipas) kepada Tim Zona Integritas (ZI) Anugerah Pembangunan Budaya Integritas (APBI) Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Gresik, Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Jawa Timur, Jumat (28/8).

Kegiatan pendampingan ini menjadi momentum penting bagi Rutan Gresik untuk memperkuat pembangunan budaya integritas secara menyeluruh, sekaligus memastikan seluruh kualitas tata kelola dan pelayanan publik benar-benar berjalan optimal dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat maupun warga binaan.

Kedatangan Tim Itjen Kemenimipas disambut langsung oleh Kepala Rutan Gresik, Dhimas Isdwiyono, bersama jajaran Tim ZI Rutan Gresik. Setibanya di Rutan Gresik, Tim Itjen Kemenimipas diarahkan menuju Aula Rutan Gresik untuk mengikuti kegiatan sosialisasi dan penguatan terkait Anugerah Pembangunan Budaya Integritas (APBI).

Dalam kegiatan tersebut, Tim Itjen Kemenimipas bersama jajaran Tim ZI Rutan Gresik melakukan diskusi, evaluasi, serta penguatan terhadap berbagai aspek pembangunan Zona Integritas. Pembahasan diarahkan untuk memastikan bahwa implementasi budaya integritas tidak hanya terpenuhi secara administratif, tetapi benar-benar menjadi nilai dan perilaku kerja yang diterapkan secara konsisten dalam pelaksanaan tugas sehari-hari.

Pendampingan tersebut juga menjadi ruang strategis bagi jajaran Rutan Gresik untuk memperoleh masukan, arahan, dan penguatan dalam meningkatkan kualitas tata kelola pemerintahan, pelayanan kepada masyarakat, serta pelaksanaan tugas dan fungsi pemasyarakatan.

Usai kegiatan di aula, Kepala Rutan Gresik bersama jajaran Tim ZI mendampingi Tim Itjen Kemenimipas melakukan peninjauan langsung terhadap sejumlah fasilitas pelayanan yang berada di area depan Rutan Gresik.

Peninjauan dimulai dari Pos Wasrik, area parkir, hingga ruang Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP). Pengecekan tersebut dilakukan untuk memastikan sarana dan prasarana pelayanan publik berada dalam kondisi baik, tertata, dan mampu memberikan kemudahan serta kenyamanan bagi masyarakat yang datang mendapatkan layanan.

Rangkaian peninjauan kemudian berlanjut ke area dalam Rutan. Salah satu titik yang mendapat perhatian adalah Pintu Utama (P2U). Tim Itjen Kemenimipas melakukan pengecekan terhadap ruang penggeledahan badan serta alur pengunjung yang melaksanakan kunjungan tatap muka.

Dalam pelaksanaan pelayanan tersebut, aspek keamanan dan pelayanan menjadi perhatian utama. Setiap tahapan harus berjalan sesuai ketentuan, namun tetap menjunjung tinggi pelayanan yang tertib, profesional, dan humanis.

Selanjutnya, Tim Itjen Kemenimipas melakukan peninjauan ke dapur Rutan Gresik. Pengecekan dilakukan terhadap kelayakan bahan makanan serta proses penyediaan makanan yang diberikan kepada warga binaan.

Peninjauan tersebut menjadi bagian penting dalam memastikan pemenuhan hak dasar warga binaan, khususnya untuk memperoleh makanan yang layak, higienis, dan sesuai dengan standar yang telah ditetapkan.

Rombongan kemudian menuju ruang Bimbingan Kerja (Bimker). Pada kesempatan tersebut, Kepala Rutan Gresik bersama jajaran memperkenalkan salah satu produk unggulan hasil pembinaan kemandirian warga binaan, yakni Songkok Grisse.

Produk tersebut menjadi salah satu bukti nyata pelaksanaan pembinaan keterampilan di Rutan Gresik. Melalui program pembinaan kemandirian, warga binaan diberikan kesempatan untuk mengembangkan kemampuan, meningkatkan keterampilan, serta menghasilkan karya yang memiliki nilai ekonomi.

Tim Itjen Kemenimipas memberikan apresiasi terhadap keberadaan Songkok Grisse sebagai produk unggulan Rutan Gresik. Produk tersebut dinilai menjadi bagian dari upaya nyata pemberdayaan warga binaan agar memiliki keterampilan yang dapat menjadi bekal positif.

Kunjungan kemudian ditutup dengan peninjauan ke Poliklinik Rutan Gresik. Tim Itjen Kemenimipas melihat secara langsung pelaksanaan pelayanan kesehatan bagi warga binaan, mulai dari proses pemeriksaan hingga pelayanan yang diberikan oleh petugas.

Pelayanan kesehatan di Poliklinik Rutan Gresik terus dijalankan dengan mengedepankan prinsip pelayanan yang humanis, responsif, dan memperhatikan kebutuhan warga binaan.

Dalam kesempatan tersebut, Kepala Rutan Gresik juga menjelaskan salah satu inovasi unggulan di bidang pelayanan kesehatan, yakni SIGAP SEHAT.

Melalui inovasi tersebut, petugas Poliklinik secara rutin melaksanakan trolling atau kontrol keliling ke blok-blok hunian setiap pukul 16.30 WIB. Kegiatan itu dilakukan untuk memeriksa dan memantau kondisi kesehatan warga binaan secara langsung.

Langkah proaktif tersebut merupakan bagian dari upaya deteksi dini sekaligus memastikan warga binaan memperoleh akses pelayanan kesehatan secara lebih cepat dan merata tanpa harus selalu datang ke Poliklinik.

Kepala Rutan Gresik, Dhimas Isdwiyono, menegaskan bahwa pendampingan dari Tim Itjen Kemenimipas menjadi kesempatan berharga untuk terus melakukan evaluasi dan pembenahan dalam meningkatkan kualitas pembangunan Zona Integritas.

“Pendampingan ini menjadi momentum bagi kami untuk melakukan evaluasi secara menyeluruh. Kami ingin memastikan bahwa pembangunan Zona Integritas dan budaya integritas tidak berhenti pada pemenuhan dokumen, tetapi benar-benar menjadi nilai yang diterapkan oleh seluruh jajaran dalam melaksanakan tugas dan memberikan pelayanan,” ujar Dhimas.

Ia menambahkan bahwa Rutan Gresik akan terus berkomitmen menghadirkan pelayanan publik yang transparan, akuntabel, mudah diakses, serta berorientasi pada kepuasan masyarakat.

“Kami sangat terbuka terhadap setiap arahan dan masukan yang diberikan. Tentunya seluruh jajaran akan terus berbenah, memperkuat inovasi, serta menjaga kualitas pelayanan. Harapannya, budaya integritas dapat semakin mengakar dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat maupun warga binaan,” tambahnya.

Melalui pendampingan APBI tersebut, Rutan Gresik semakin mempertegas komitmennya untuk membangun Zona Integritas yang tidak hanya kuat dalam sistem dan administrasi, tetapi juga nyata dalam praktik pelayanan sehari-hari.

Evaluasi dan pengawasan langsung yang dilakukan di berbagai lini, mulai dari pelayanan masyarakat, pengamanan, pemenuhan kebutuhan dasar, pembinaan kemandirian, hingga pelayanan kesehatan, diharapkan menjadi energi baru bagi seluruh jajaran untuk terus meningkatkan kualitas kinerja.

Rutan Gresik meyakini bahwa pembangunan budaya integritas membutuhkan komitmen bersama, konsistensi, dan keberanian untuk terus melakukan pembenahan. Dengan semangat tersebut, seluruh jajaran terus bergerak menghadirkan pelayanan yang semakin profesional, transparan, akuntabel, dan humanis.

Pendampingan Tim Itjen Kemenimipas menjadi penegasan bahwa integritas di Rutan Gresik bukan sekadar target untuk diraih, melainkan budaya yang harus terus dijaga, diuji, dan dibuktikan dalam setiap pelayanan kepada masyarakat dan warga binaan (Dd).

Tagged:

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Social media & sharing icons powered by UltimatelySocial
error

Enjoy this blog? Please spread the word :)