Home / PEMERINTAHAN / Duka Mendalam Iringi Kepergian H. M. Sholeh, S.H.: MAKI Jatim Teguhkan Pesan Persaudaraan, Heru Satriyo Sebut Silaturahmi Adalah Warisan Terindah Almarhum

Duka Mendalam Iringi Kepergian H. M. Sholeh, S.H.: MAKI Jatim Teguhkan Pesan Persaudaraan, Heru Satriyo Sebut Silaturahmi Adalah Warisan Terindah Almarhum

SURABAYA, Jumat (7/8/2026)HIGHLIGHT NEWS ID Kepergian H. M. Sholeh, S.H., Wakil Pengasuh PP. Singa Putih Munfaridin, meninggalkan duka yang begitu mendalam bagi masyarakat Jawa Timur. Sosok yang dikenal bersahaja, rendah hati, serta memiliki kepedulian tinggi terhadap kehidupan sosial dan keagamaan itu berpulang, meninggalkan jejak keteladanan yang akan terus dikenang oleh keluarga, sahabat, para santri, tokoh masyarakat, serta berbagai organisasi kemasyarakatan.

Rasa kehilangan tersebut turut dirasakan oleh Keluarga Besar Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) Koordinator Wilayah Provinsi Jawa Timur. Atas nama seluruh pengurus, jajaran, dan anggota, Ketua MAKI Korwil Jawa Timur Heru Satriyo, S.Ip., menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya seraya memanjatkan doa agar almarhum memperoleh ampunan, rahmat, dan tempat terbaik di sisi Allah SWT.

Menurut Heru, H. M. Sholeh merupakan sosok yang memiliki karakter kuat dalam menjaga persaudaraan. Meski dalam perjalanan kehidupan keduanya kerap berada dalam dinamika yang berbeda, hubungan baik dan komunikasi tidak pernah terputus. Nilai itulah yang menurutnya menjadi teladan penting bagi kehidupan bermasyarakat.

Heru mengenang bahwa persahabatan mereka telah terbangun melalui berbagai pengalaman, baik ketika memiliki pandangan yang sama maupun saat berada pada posisi yang berbeda dalam menyikapi persoalan publik. Namun, perbedaan tersebut tidak pernah berubah menjadi permusuhan.

Sebaliknya, almarhum selalu menunjukkan sikap terbuka, menghargai perbedaan pendapat, dan mengedepankan silaturahmi sebagai fondasi hubungan antarmanusia.

> “Kita pernah bersama dalam satu frame, kita juga sering berhadapan dalam satu isu, bahkan pernah ‘diviralkan’. Tapi di balik itu semua, kita tetap bersahabat,” ujar Heru Satriyo dengan penuh rasa kehilangan.

 

Bagi Heru, kalimat tersebut bukan sekadar kenangan, melainkan gambaran nyata mengenai karakter H. M. Sholeh yang mampu menempatkan hubungan kemanusiaan di atas segala bentuk perbedaan.

Ia menilai bahwa kehidupan bermasyarakat memang tidak pernah lepas dari perbedaan cara pandang maupun sikap. Namun, selama nilai saling menghormati tetap dijaga, perbedaan justru dapat menjadi kekuatan yang memperkaya kehidupan sosial.

Dalam suasana duka tersebut, Heru juga menceritakan pengalaman yang menurutnya sangat membekas sebelum kabar wafatnya almarhum diterimanya. Ia mengaku terbangun sekitar pukul 01.25 WIB dan tidak dapat kembali tidur. Di tengah keheningan malam, bayangan H. M. Sholeh sempat hadir dalam pikirannya tanpa mengetahui apa yang sedang terjadi.

“Selamat jalan, Cak Soleh. Demi Allah SWT, tadi malam mulai pukul 01.25 saya tiba-tiba terbangun dan tidak bisa tidur lagi. Sekilas melihat bayangan Cak Soleh, tetapi saya bingung sebenarnya ada apa,” kenangnya.

Setelah menerima kabar duka, pengalaman tersebut menjadi kenangan batin yang sangat mendalam bagi Heru. Baginya, kedekatan emosional dengan seorang sahabat terkadang menghadirkan perasaan yang sulit dijelaskan dengan kata-kata.

Lebih lanjut, Heru menegaskan bahwa wafatnya H. M. Sholeh merupakan pengingat bagi semua orang bahwa kehidupan di dunia hanyalah sementara. Oleh karena itu, setiap perselisihan, perbedaan pandangan, maupun dinamika yang terjadi hendaknya tidak menjadi alasan untuk memutus tali silaturahmi.

Ia berharap masyarakat dapat mengambil pelajaran dari sosok almarhum yang selama hidupnya selalu menjaga komunikasi, menghormati siapa pun tanpa membedakan latar belakang, serta mengedepankan dialog dalam menyelesaikan berbagai persoalan.

Menurut Heru, keteladanan tersebut merupakan warisan moral yang sangat berharga dan layak diteruskan oleh generasi berikutnya dalam membangun kehidupan bermasyarakat yang damai, harmonis, dan saling menghargai.

Sebagai bentuk penghormatan terakhir, Heru mengajak seluruh keluarga besar MAKI Jawa Timur, para sahabat, dan masyarakat luas untuk bersama-sama mengirimkan doa terbaik bagi almarhum.

> “Semoga Allah SWT menerima seluruh amal ibadah almarhum, mengampuni segala dosa dan kekhilafannya, melapangkan alam kuburnya, mengangkat derajatnya di sisi-Nya, serta memberikan kekuatan, ketabahan, kesabaran, dan keikhlasan kepada seluruh keluarga yang ditinggalkan. Aamiin Ya Rabbal ‘Alamin,” doa Heru Satriyo.

 

Ucapan belasungkawa dari keluarga besar MAKI Jawa Timur menjadi simbol penghormatan atas pengabdian dan keteladanan H. M. Sholeh, S.H., yang sepanjang hidupnya dikenal sebagai pribadi yang mampu merawat persaudaraan di tengah keberagaman pandangan. Sosoknya menjadi bukti bahwa hubungan antarmanusia dapat tetap terjalin erat meskipun diwarnai dinamika dan perbedaan.

Kepergian H. M. Sholeh memang meninggalkan duka yang mendalam, namun nilai-nilai yang diwariskannya akan terus hidup dalam ingatan para sahabat, keluarga, dan masyarakat yang mengenalnya. Keteladanan tentang pentingnya silaturahmi, menghormati perbedaan, menjaga persaudaraan, dan mengedepankan kemanusiaan diharapkan menjadi inspirasi bagi seluruh elemen bangsa dalam memperkuat persatuan dan kebersamaan.

Selamat jalan, H. M. Sholeh, S.H. Semoga Allah SWT melimpahkan rahmat, magfirah, dan kasih sayang-Nya, menerima seluruh amal ibadah almarhum, mengangkat derajatnya di sisi-Nya, melapangkan alam kuburnya, serta menempatkannya di surga terbaik bersama orang-orang yang beriman. Semoga keluarga yang ditinggalkan senantiasa diberikan kekuatan, ketabahan, dan keikhlasan. Aamiin Ya Rabbal ‘Alamin (Red).

Tagged:

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Social media & sharing icons powered by UltimatelySocial
error

Enjoy this blog? Please spread the word :)