SIDOARJO, 5 Juni 2026 –HIGHLIGHT NEWS ID Komitmen memperkuat tata kelola organisasi, meningkatkan profesionalisme aparatur, serta menghadirkan layanan pemasyarakatan yang semakin berkualitas kembali ditegaskan oleh Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Jawa Timur. Langkah tersebut diwujudkan melalui pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan terhadap 15 pejabat manajerial di lingkungan Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pemasyarakatan se-Jawa Timur yang digelar pada Jumat (5/6/2026).
Prosesi pelantikan yang berlangsung khidmat tersebut dipimpin langsung oleh Kadiyono selaku Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Jawa Timur. Acara berlangsung di hadapan para saksi dan rohaniawan sebagai bagian dari rangkaian pengambilan sumpah jabatan yang menandai dimulainya amanah baru bagi para pejabat yang dilantik.
Pelantikan ini merupakan bagian dari strategi pembinaan kepegawaian sekaligus penyegaran organisasi yang secara berkelanjutan dilakukan untuk menjawab dinamika dan tantangan tugas pemasyarakatan yang semakin kompleks. Selain menjadi momentum regenerasi kepemimpinan, kegiatan ini juga bertujuan memperkuat kapasitas organisasi dalam memberikan pelayanan yang lebih optimal kepada masyarakat serta meningkatkan kualitas pembinaan bagi warga binaan.
Dalam arahannya, Kadiyono menegaskan bahwa mutasi maupun promosi jabatan harus dimaknai sebagai bentuk kepercayaan negara yang diberikan kepada aparatur sipil negara yang memiliki kompetensi, integritas, dan dedikasi dalam menjalankan tugas. Oleh karena itu, setiap pejabat yang menerima amanah baru dituntut untuk menunjukkan kinerja terbaik serta mampu membawa perubahan positif di unit kerja masing-masing.
“Jabatan bukan sekadar kedudukan administratif, melainkan amanah yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab, loyalitas, dan profesionalisme. Kepercayaan yang diberikan negara harus dibalas dengan kerja nyata dan pengabdian terbaik,” tegasnya.
Kadiyono juga mengingatkan pentingnya kemampuan adaptasi terhadap lingkungan kerja baru. Menurutnya, para pejabat yang baru dilantik harus segera memahami karakteristik tugas, tantangan organisasi, serta kebutuhan pelayanan di masing-masing satuan kerja agar dapat menjalankan fungsi kepemimpinan secara efektif dan tepat sasaran.
Lebih jauh, ia menekankan perlunya membangun budaya kerja yang kolaboratif, responsif, inovatif, dan berorientasi pada hasil. Dalam sistem pemasyarakatan modern, pejabat manajerial memiliki posisi strategis sebagai penggerak organisasi yang bertanggung jawab memastikan seluruh program berjalan sesuai ketentuan serta mampu menghasilkan dampak positif bagi masyarakat.
“Setiap pejabat manajerial harus menjadi teladan dalam menjaga integritas, memperkuat sinergi, serta mendorong inovasi layanan. Dengan begitu, tujuan reformasi birokrasi dan peningkatan kualitas pemasyarakatan dapat terwujud secara nyata,” ujarnya.
Pelantikan 15 pejabat manajerial ini diharapkan menjadi titik awal lahirnya semangat baru dalam pelaksanaan tugas pemasyarakatan di Jawa Timur. Dengan kepemimpinan yang kuat, komitmen terhadap integritas, serta kemampuan menghadapi berbagai tantangan, para pejabat yang dilantik diharapkan mampu mempercepat transformasi organisasi menuju sistem pemasyarakatan yang lebih modern, akuntabel, transparan, dan berorientasi pada pelayanan publik.
Melalui langkah ini, Kanwil Ditjenpas Jawa Timur optimistis dapat terus meningkatkan kualitas kinerja organisasi sekaligus memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap penyelenggaraan pemasyarakatan. Semangat profesionalisme, inovasi, dan pelayanan yang humanis diharapkan menjadi fondasi utama dalam mewujudkan pemasyarakatan yang maju, berdaya guna, serta memberikan kontribusi positif bagi pembangunan hukum dan sosial di Jawa Timur (Dd).





